hut

Nuzul: Beasiswa Supersemar, Jembatan Masa Depan Pelajar-Mahasiswa

Editor: Makmun Hidayat

Nuzul Qurrota Sukma, alumni Universitas Negeri Semarang. - Foto: Istimewa

SEMARANG — Yayasan Supersemar dengan program beasiswanya didirikan oleh Presiden RI ke 2, Jenderal H.M. Soeharto, telah banyak melahirkan putra putri terbaik bangsa. Keberadaan beasiswa Supersemar sangat membantu dalam mewujudkan cita-cita mereka yang ingin kuliah, namun terbatas secara ekonomi.

Perjuangan untuk mendapatkan Beasiswa Unggulan Supersemar (BUS) penuh tantangan dan berliku. Setiap universitas memiliki persyaratan yang berbeda-beda dalam memilih para penerima BUS.

Adalah Nuzul Qurrota Sukma, alumni Universitas Negeri Semarang (Unnes), mengapresiasi adanya beasiswa Supersemar. Berkat beasiswa Supersemar ini, dirinya sangat terbantu dan meringankan beban orangtua, membantu memotivasi untuk bisa lebih berprestasi lagi ketika belajar di perkuliahan.

Nuzul yang masuk kuliah di Unnes tahun 2010, baru mendapatkan Beasiswa Unggulan Supersemar pada tahun 2012. Ia mengaku sangat beruntung mendapatkan beasiswa tersebut walaupun dengan melalui berbagai rintangan, tantangan, serta perjuangan karena sangat bermanfaat sebagai penunjang kelulusan perkuliahannya.

Diceritakan Nuzul, dirinya mendapatkan tawaran beasiswa melalui telepon untuk selanjutnya diminta menghadap ke rektor melakukan sesi wawancara. Dalam sesi wawancara itulah keinginan untuk mendapatkan BUS dirinya terus ungkapkan, dan menjadi tantangan baginya untuk membuktikan bahwa dirinya bisa, mampu, mendapatkan BUS dimana mahasiswa Unnes lainnya juga banyak yang menginginkan.

Nuzul yang saat ini berprofesi sebagai salah satu pengajar Bahasa Inggris di sebuah lembaga bimbingan belajar yang sudah memiliki nama secara nasional ini, menambahkan jika dirinya tidak mendapatkan beasiswa, orangtuanya masih dapat membiayai perkuliahan dirinya meski belum bisa memenuhi kebutuhan lain sebagai penunjang kelulusan karena banyaknya tanggungan keluarga.

Dikatakan Nuzul, beasiswa Supersemar begitu dibutuhkan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa terutama mereka yang berprestasi dalam dunia pendidikan, namun tidak mampu untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Menurutnya, peranan BUS sangat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan mendesak serta menjadi jembatan terealisasinya masa depan pelajar menjadi lebih baik.

“Yang bisa saya katakan hanyalah bahwa BUS sangat bermanfaat sebagai penunjang kelulusan saya. Dan berharap beasiswa ini terus ada agar melahirkan putra-putri terbaik bangsa untuk bersaing di kancah internasional,” ucapnya, Selasa (30/04/2019).

Disebutkan Nuzul, sangatlah tepat jika Presiden Soeharto memiliki program BUS. “Bapak Soeharto bukan hanya merupakan sosok pemimpin bangsa yang bisa menciptakan keteraturan dan keamanan bagi masyarakat pada saat itu, tetapi juga memperhatikan putra-putri bangsa dalam dunia pendidikan,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!