hut

Omzet Pedagang Makanan di Maumere, Meningkat

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Penjualan es buah di kota Maumere meningkat drastis selama bulan puasa. Para pembeli yang melaksanakan ibadah puasa akan menyerbu aneka kue dan es buah yang biasa dijual pedagang di jalan Hasanudin, Kampung Beru, Kota Maumere.

“Sehari berjualan saua bisa mengantongi uang Rp2 juta. Saya menjual aneka makanan seperti kelesong dan ketupat. Saya juga menjual lauk ikan goreng dan sayuran juga,” ungkap Aminah, pedagang makanan, Sabtu (11/5/2019).

Kalau hari biasa, kata Aminah, dirinya biasa berjualan sejak sore jam lima hingga malam hari jam sepuluh. Biasanya dirinya mengantongi pendapatan sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta.

“Selama bulan puasa pembelinya banyak sekali. Bukan saja kaum Muslim yang berpuasa, namun warga yang beragama lain pun ikutan antre membeli makanan. Biasanya pembeli meningkat sejak pukul lima sore sampai tujuh malam,” terngnya.

Dalam sehari, selama bulan puasa Aminah mengaku mengantongi keuntungan Rp700 ribu sampai Rp1 juta sehari. Sedangkan di hari biasa, dalam sehari keuntungan yang didapat hanya berkisar antara Rp400 ribu sampai Rp700 ribu.

Asnat, penjual es buah di Kota Maumere. -Foto: Ebed de Rosary

“Memang, keuntungan yang diperoleh bisa dua kali lipat dari hari biasa. Saya memang selalu menjual makanan di kampung Beru ini setiap hari, tetapi hanya sejak jam lima sore sampai jam sepuluh atau 12 malam,” jelasnya.

Tapi kalau bulan puasa, lanjut Aminah, dirinya mulai berjualan dari jam tiga sore sampai sepuluh malam. Dirinya mengaku harus beristirahat, sebab sedang berpuasa sehingga mulai memasak makanan pada siang hari.

“Ketupat dan kelesong saya jual dua buah Rp5 ribu. Sementara nasi ikan dan sayur tetap seharga Rp10 ribu seporsi, sama seperti yang dijual setiap harinya. Nasi pun ada nasi putih dan nasi kuning,” ujarnya.

Asnat, salah seorang penjual es buah yang selalu ramai diserbu pembeli pun kecipratan rezeki di bulan puasa. Menurutnya, jika dalam sehari hanya mengantongi pendapatan Rp2 juta sehari, di bulan puasa mengalami peningkatan.

“Kalau bulan puasa saya berjualan es buah hingga pukul 5.30 sore. Hari biasa saya berjualan hingga jam tiga sore saja, sejak pagi jam sepuluh. Paling ramai orang membeli es buah untuk buka puasa jam lima sore,” ujarnya.

Asnat dibantu dua orang karyawan yang juga masih anggota keluarganya, sehinggga dirinya tidak terlalu lelah. Kalau hari biasa, penjualan es buah ramai jam sebelas sampai jam dua siang.

“Penjualan meningkat, karena pembelinya selain orang yang berpuasa, orang yang tidak berpuasa pun masih bisa membeli hingga sore. Saya juga menjual bubur kacang hijau seharga Rp5.000 segelas, sama dengan harga es buah,” tuturnya.

Meski penjualan meningkat, Asnat mengaku terkadang capek, terutama saat pukul lima sore, saat mendekati waktu berbuka puasa. Banyak pembeli yang antre, sehingga dirinya harus menyediakan terlebih dahulu racikan es buah di dalam gelas.

Lihat juga...