hut

Omzet Usaha Rumahan Nasabah Tabur Puja, Meningkat

Editor: Koko Triarko

PADANG – Usaha rumahan yang dikelola oleh nasabah Tabur Puja di Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Korong Gadang Sejahtera, Padang, Sumatra Barat, memperoleh keuntungan besar sejak memasuki bulan Ramadan. Omzetnya bahkan mencapai 100 persen jika dibandingkan dari bulan luar dari Ramadan.

Pengawas Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatra Barat, Zasmeli Suhaemi, mengatakan momen Ramadan membuat usaha-usaha penerima manfaat Tabur Puja berkembang sangat baik. Seperti yang ada di Posdaya Korong Gadang Sejahtera, ada usaha rumahan yang memperkerjakan delapan orang, dan mampu meningkatkan omzet hingga 100 persen dari hari biasanya.

“Tadi saya sempat tanya-tanya dengan Mursida yang merupakan pengusaha usaha rumahan ini, dan memang usahanya tumbuh dengan baik sejak memasuki Ramadan. Hal ini sebagai bukti kalau Tabur Puja yang ada di Posdaya sangatlah membantu masyarakat, terutama untuk menumbuhkembangkan usaha,” katanya, Kamis (23/5/2019).

Menurutnya, pada momen Ramadan, usaha makanan memang menjadi incaran masyarakat, karena menjadi kebutuhan untuk santapan berbuka, dan hidangan untuk tamu di rumah saat berlebaran. Dan, nasabah Tabur Puja, sebagian besar bergerak di usaha rumahan, salah satunya makanan.

“Kami di KSU Derami Padang tentu mendorong penikmat Tabur Puja untuk memanfaatkan momen Ramadan dan Lebaran ini, dapat menumbuhkembangkan usahanya. Lakukan promosi-promosi yang jitu, supaya produk yang dijual dikenal dan laku di pasaran,” ucapnya.

Sementara itu, Mursida, nasabah Tabur Puja dan juga sebagai Ketua Posdaya Korong Gadang Sejahtera Padang, menyatakan omzet usaha rumahannya naik 100 persen atau mencapai Rp2 juta per hari, dengan memperkerjakan karyawan sebanyak 8 orang, yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga setempat.

Usaha rumahan yang dijalaninya, yakni membuat rakik atau peyek berbagai rasa, seperti rakik kacang, rakik pisang, rako ikan maco, rakik udang, dan makanan lainnya, seperti kue arai, kakus, dan kue bawang.

Biasanya, untuk memasak rakik dilakukan dua kali sepekan, kini Mursida bersama 8 pekerja memproduksi makanannya setiap hari, kecuali hari Kamis.

“Sejak banyaknya pesanan, saya bersama pekerja memasak rakik dan kue lainnya setiap hari, kecuali hari Kamis, karena di hari Kamis itu hari kas di Posdaya, sehingga memilih fokus melayani masyarakat yang datang ke Posdaya,” jelasnya.

Meski permintaan meningkat di bulan Ramadan, Mursida mengaku tak melakukan perubahan harga atau pun rasa. Sebab, Mursida menjaga konsistensi, bahwa hal utama membuat makanan itu ialah rasa, harga, dan kebersihan.

Ia menjelaskan, untuk rasa tidak ada perubahan di saat sebelum atau pun dalam momen Ramadan, dan rasa enaknya tetap sama. Harga juga tidak ada perubahan di saat sebelum atau pun dalam momen Ramadhan, serta kebersihan haruslah menjadi poin utama, sehingga dapat kepercayaan dari masyarakat atau konsumen.

“Biasanya, omzet saya Rp1 juta per hari, sekarang dengan rutin setiap hari itu dalam sehari dapat Rp2 juta. Nah, dari hasil Rp2 juta sehari itu, saya bagi-bagikan upahnya kepada 8 orang pekerja saya. Karena banyak dari pekerja itu, menjadi usaha saya ini penghasilan bagi keluarganya. Jadi, hal ini juga yang membuat usaha saya ini terus tumbuh, karena ada pekerja yang menginginkan usaha saya ini terus berjalan,” ungkapnya.

Menurutnya, cara yang dilakukannya sehingga produk usaha rumahannya banyak pembeli, karena dari berbagai kegiatan organisasi yang ia ikuti, Mursida selalu membawa produknya dan mempromosikan produknya kepada masyarakat yang hadir.

Makanan yang dibawa pun khusus untuk dinikmati, artinya dengan demikian masyarakat bisa mengetahui rasanya kue buatan masyarakat di Korong Gadang.

“Jadi, saya benar-benar serius menjalani usaha saya ini, karena tidak hanya diri saya sendiri yang mengharapkan usahanya ini, tapi ada 8 orang ibu rumah tangga yang mengharapkan upah dari usaha saya. Kalau soal harga bervariasi, mulai dari Rp12 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram, untuk berbagai jenis produk,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!