Panen Raya di Banyumas Hasil Melimpah

Editor: Mahadeva

BANYUMAS – Panen raya padi di Kabupaten Banyumas yang berlangsung akhir April lalu mencatatkan hasil yang cukup bagus. Rata-rata, satu hektare sawah menghasilkan gabah hingga 5,5 ton.

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Widarso, Senin (20/5/2019) mengatakan, hasil panen raya petani di Banyumas cukup bagus. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Widarso, mengatakan, dengan hasil panen yang cukup baik, saat ini stok beras di Kabupaten Banyumas melimpah. Dari total 30.000 hektare lebih sawah di daerah tersebut, yang sudah panen mencapai separuh atau sekira 15.000 hektare. “Hasil panen raya cukup bagus, sejauh ini kita tidak menerima laporan terkait serangan hama penyakit yang signifikan, sehingga hasil panennya masih standar, rata-rata 5,5 ton per haktare,” terang Widarso, Senin (20/5/2019).

Saat ini beberapa wilayah di lerang Gunung Slamet, seperti Kecamatan Pekuncen, Ajibarang, Karanglewas, masih ada yang sedang panen. Dari laporan yang masuk ke Dinpertan, hasil panen juga cukup bagus dan tidak mengalami kendala yang berarti.

Kendala justru pada kualitas gabah hasil panen. Akibat curah hujan yang tinggi, kadar air gabah banyak yang di atas rata-rata. Akibatnya, harga jual gabah turun. Pada panen raya, di minggu pertama April, harga jual Gabah Kering Panen (GKP) petani masih dikisaran Rp4.000 per-kilogram.

Tetapi selanjutnya turun hingga Rp3.300 per-kilogram. “Bulog mempunyai standar kadar air saat membeli gabah petani, sehingga jika kadar airnya cukup tinggi, maka harganya turun. Dan kemarin di akhir-akhir panen raya, harga gabah kering panen petani turun sampai Rp3.300 per kilogram, harga tersebut di bawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah),” jelasnya.

Pasca panen, beberapa petani di Kabupaten Banyumas sudah mulai kembali mengerjakan sawah. Hujan yang masih turun sesekali waktu, dimanfaatkan petani untuk mulai mengolah sawah untuk mulai menanam. “Masa tanam ini diusahakan cepat dilakukan, selagi masih ada hujan, walaupun sudah sangat jarang. Sehingga kalau masuk musim kemarau ektrim nanti, usia tanaman sudah kuat,” tutur salah satu petani di Kecamatan Patikraja, Yanto.

Lihat juga...