hut

Pangan Olahan dan Kosmetika Ilegal Diamankan BPOM Tanjungpinang

TANJUNGPINANG — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengamankan 70 item produk pangan olahan dan satu macam alat kosmetika yang tidak memiliki izin edar (ilegal) senilai Rp300 juta, di kawasan Pelantar II Tanjungpinang, Selasa (21/5) sore.

Kepala BPOM Tanjungpinang Mardianto, mengatakan produk-produk tersebut berasal dari luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

“Pengungkapan ini merupakan hasil pengawasan dan pemeriksaan kami selama dua minggu terakhir, dengan dibantu laporan dari masyarakat setempat,” kata Mardianto usai menggerebek gudang toko milik pria berinisial D tersebut di Tanjungpinang, Selasa (21/5/2019).

Mardianto mengatakan, pihaknya segera memanggil D untuk dimintai keterangan dan diproses sesuai aturan yang berlaku terkait kepemilikan barang pangan olahan dan kosmetika ilegal ini.

Menurut dia, perbuatan D melanggar Undang-Undang Pangan Pasal 142 Nomor 18 tahun 2012 dan Pasal 106 Ayat 1 Juncto Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Alat Kesehatan.

“Ini merupakan yang kedua kalinya, sebelumnya kami sudah mengingatkan dan membina pemilik toko tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, produk-produk itu selama ini hanya dijual ke toko-toko tertentu yang sudah menjadi pelanggan tetapnya.

“Pelaku D tidak menjual untuk dipajang seperti di swalayan atau supermarket, tetapi dijual secara sembunyi,” katanya.

Sementara ini, lanjut dia, produk ilegal tersebut sedang diamankan di gudang BPOM Tanjungpinang sambil menunggu proses penindakan selanjutnya.

Ia menegaskan, barang ilegal itu tidak boleh diperjualbelikan apalagi dikonsumsi oleh masyarakat, karena tidak ada yang menjamin produk-produk itu aman dan sehat. [Ant]

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!