hut

Pasar Pagi Terbatas di TPI Alok Akan Ditutup

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Bupati Sikka akan menutup Pasar Pagi Terbatas (PPT) yang sebelumnya diresmikan sendiri dan menjadi salah satu programnya ketika awal menjabat.

“Saat berdialog dengan FKPP kabupaten Sikka kemarin di aula kantor bupati, hal ini sudah disampaikan. Nanti tanggal 1 Juli 2019, Pasar Pagi Terbatas akan ditutup,” ungkap Kabag Humas Setda Sikka, Even Edomeko, Kamis (23/5/2019).

Menurut Even, Bupati Sikka telah menugaskan Asisten Pembangunan Setda Sikka, untuk mengkoordinir Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM serta Bagian Ekonomi Setda Sikka, untuk menata Pasar Tingkat Maumere.

Kabag Humas Setda Sikka, Even Edomeko. -Foto: Ebed de Rosary

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, dalam dialog bersama FKPP Sikka, mengatakan akan melakukan penataan pasar Tingkat Maumere. Sesudahnya, baru pedagang di Pasar Pagi Terbatas di lokasi TPI Alok dipindahkan ke pasar Tingkat.

“Tata ulang Pasar Tingkat, agar lebih bagus, rapi, bersih, dan indah, termasuk di bagian selatannya. Ciptakan Pasar Tingkat jadi satu tempat yang enak untuk berjualan. Setelah pasar Tingkat dan pasar Alok Maumere ditata selama sebulan, pada 1 Juli kita akan tutup pasar pagi terbatas,” tegasnya.

Roby, sapaannya, juga meminta setelah ditata bagus, pedagang-pedagang yang sekarang berjualan di TPI dipindahkan secara bertahap ke Pasar Tingkat. Setelah itu, Pasar Pagi Terbatas di TPI Alok Maumere, akan ditutup.

“Sejak di-launching pada 28 September 2018, saya sudah mengatakan Pasar Pagi Terbatas akan terus-menerus dievaluasi. Jika masyarakat sekarang justru merasa kurang bermanfaat, maka kami akan menutupnya,” sebutnya.

Pernyataan Bupati tersebut adalah jawaban kepada para pengurus FKPP, yang meminta, agar Pemerintah menggairahkan fungsi Pasar Alok Maumere dan Pasar Tingkat, demi peningkatan pendapatan para pedagang.

“Pasar Tingkat dan Pasar Alok Maumere sekarang menjadi sepi. Masyarakat yang biasanya berbelanja di pagi hari sekarang memilih berbelanja  ke TPI Alok, karena ada pasar pagi terbatas,” ujar ketua FKPP, Marianus Kresensius.

Dikatakan Marianus, Pasar Pagi Terbatas di TPI Alok semakin ramai, sehingga para pedagang juga pindah berjualan di sana. Pedagang berjualan hingga meluap ke jalan raya. Akibatnya, pedagang resmi di Pasar Tingkat dan Pasar Alok tidak memiliki penghasilan.

Viventius Valerianus, salah seorang pedagang di pasar Alok yang ikut unjuk rasa ke Kantor Bupati Sikka pada 20 Desember 2018, menjelaskan, pihaknya melakukan demo untuk menyampaikan apa yang dirasakan pedagang di Pasar Alok Maumere selama ini.

“Pasar Alok kan dikatakan pasar terbesar, tetapi kenapa harus membuka pasar lagi di TPI yang dinamakan pasar pagi terbatas? Masyarakat kota Maumere ini kan biasanya belanja saat pagi saja sampai jam 09.00 WITA saja. Dengan demikian pasti dengan sendirinya pasar Alok akan sepi,” sebutnya.

Pedagang ubi dan pisang ini dulu mendapat penghasilan ratusan ribu rupiah, tapi sekarang ini sejak adanya pasar pagi terbatas, penghasilan yang diterima hanya Rp20 ribu sampai Rp30 ribu sehari.

“Bagaimana mungkin kami bisa memenuhi kebutuhan keluarga, apalagi membiayai anak sekolah. Belum lagi di Sikka ini banyak sekali urusan adat yang membutuhkan banyak uang,” ungkapnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!