Pasar Sore Kauman Surganya Kuliner di Bulan Puasa

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Seperti tahun-tahun sebelumnya, suasana di sekitar kawasan kampung Kauman Yogyakarta akan nampak ramai selama bulan puasa. Jalanan kampung yang sempit, akan dipenuhi para pedagang yang menjajakan aneka macam dagangannya.

Mereka mayoritas merupakan ibu-ibu rumah tangga warga sekitar. Dengan menggunakan meja sederhana, para pedagang nampak menawarkan berbagai jenis makanan takjil untuk berbuka puasa.

Ada yang menjual minuman segar seperti dawet dan kelapa muda, makanan berat seperti brongkos dan rawon, hingga aneka jenis makanan tradisional yang semakin jarang ditemui seperti Kicak, Clorot atau Kipo.

Bagi masyarakat Yogyakarta, pasar sore Ramadhan Kauman memang merupakan surganya kuliner di bulan puasa. Apalagi pasar tiban ini boleh dibilang merupakan salah satu pionir pasar serupa yang ada di Yogyakarta.

Sudah ada sejak puluhan tahun silam, pasar sore Ramadhan Kauman, nyatanya masih tetap eksis hingga kini. Sedikitnya 50 orang pedagang akan berlomba untuk menjajakan dagangannya di tempat ini.

Salah seorang pedagang, Rani, mengaku menyiapkan aneka makanan ringan untuk dijual setiap sorenya. Selain membuat sendiri, ia juga dititipi sejumlah makanan untuk dijual, baik oleh tetangga atau kerabatnya.

Dalam sehari, ia mampu menjual puluhan hingga ratusan porsi makanan ringan tersebut. Dengan perputaran omset mencapai ratusan ribu rupiah per harinya. “Kalau ramai ya Rp500ribu dapat. Tapi kalau sepi ya paling Rp300ribu,” ungkapnya, Selasa (21/05/2019).

Pak Kis salah seorang pedagang pasar Sore Kauman Yogyakarta. Foto: Jatmika H Kusmargana

Hal yang sama juga diungkapkan pedagang lainnya, Pak Kis. Pedagang es degan dan es kopyor ini mengaku bisa menjual hingga 150 gelas dagangannya setiap sorenya. Padahal ia hanya berjualan sekitar 2-3 jam, mulai sekitar pukul 15.30 hingga 18.00 wib saja.

“Alhamdulillah bisa untuk tambahan saat hari raya,” ungkapnya.

Sementara itu salah seorang pengunjung, Dwi mengaku sengaja datang ke Pasar Ramadhan Kauman untuk menikmati waktu sore menunggu berbuka. Ia jauh-jauh datang dari Kulonprogo untuk sekedar merasakan suasana Ramadhan di Kauman Yogyakarta.

Baginya, menikmati suasana pasar sore Kauman sambil berburu menu takjil untuk berbuka, merupakan sebuah moment spesial yang ditunggu-tunggu setiap bulan Ramadhan tiba. Sehingga ia pun mengaku tak ingin melewatkannya begitu saja.

“Setiap tahun selalu kesini. Paling tidak sekali, selama bulan puasa. Ya, sekedar untuk menikmati suasananya saja. Karena kan suasana seperti ini hanya ada setiap setahun sekali. Sayang kalau sampai dilewatkan begitu saja,” ungkapnya.

Lihat juga...