Pelisak, Sayur Sehat untuk Menu Berbuka Puasa

Editor: Mahadeva

MATARAM – Selama Ramadan, sayur bening termasuk sayur yang disukai masyarakat, sebagai menu berbuka atau makan sahur. Sayur bening pelisak, atau botor muda, adalah salah sayur paling sering dimasak masyarakat di kampung.

“Selain rasanya yang enak, sayuran pelisak yang dimasak menjadi sayur bening juga membuat badan terasa segar saat menjalankan puasa di siang hari,” kata Fatma, ibu rumah tangga, warga Desa Banyu Urip, Lombok Tengah, Minggu (26/5/2019).

Pelisak, termasuk sayur yang bisa ditemukan dengan mudah di pematang sawah milik petani atau pasar tradisional. Dijual dengan harga murah. Bagi masyarakat desa, sayur pelisak bisa meminta kepada tetangga.

Pelisak atau botor, sayuran bening ala masyarakat kampung yang dianggap sehat bagi badan saat berpuasa – Foto Turmuzi

Disamping enak dimasak jadi sayur bening, pelisak muda juga bisa dibuat jadi pecel atau urap-urap khas Lombok. Pelisak, dicampur dengan kecambah kacang hijau atau kedelai, dengan bumbu kacang tanah goreng yang ditumbuk halus. “Jadi pecel atau urap-urap, pelisak juga paling enak, selain dimasak jadi sayur bening,” jelasnya.

Andi, warga lain mengaku paling suka makan sayur pelisak yang dimasak menjadi sayuran bening saat makan sahur. Dilengkapi, sambal cabai mentah dan perasan air limo mudah, membuat makan sahur terasa lebih nikmat dan segar.

Sayur bening pelisak dipilih, karena membuat badan pada siang harinya terasa lebih segar. Daripada mengkonsumsi sayur yang digoreng atau dimasak dengan banyak bumbu, dinilainya bisa membuat tenggorokan sakit. “Kalau sahur dengan sayuran berminyak atau santan, bisa buat tenggorokan kering dan sakit saat siang harinya menjalankan ibadah puasa, makanya lebih suka makan sayur bening,” tutupnya.

Lihat juga...