hut

Pemda Sikka Anggarkan Rp550 Juta Bangun SMPN3 Waigete

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Sikka telah menganggarkan dana sebesar Rp550 juta untuk pembangunan SMPN3 Waigete. Pembangunan direncanakan untuk tiga ruang kelas di sekolah negeri tersebut. Sumber dana berasal dari APBD II tahun anggaran 2019.

“Pelelangan paket pengerjaan sedang dilakukan,” kata Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (PKO) Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, Kamis (23/5/2019).

Dikatakan Yosef, pihaknya sudah turun melihat lokasi dan melakukan pengukuran. Pembangunan diperkirakan akan dimulai sekitar bulan Juni 2019, setelah semua proses pelelangan selesai dilakukan.

“Pembangunan tiga ruang kelas tersebut tahun ini sudah bisa dibangun. Pembangunannya memang diprioritaskan untuk tiga buah ruang kelas terlebih dahulu, dan tentunya ke depan akan ditambah ruang kelasnya sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (PKO) Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, SH., -Foto: Ebed de Rosary

Agus Hermens, Sekertaris Dinas PKO Sikka, menambahkan, selain bangunan 3 ruang kelas, ada alokasi anggaran untuk peralatan laboratorium fisika, biologi dan ilmu pengetahuan sosial (IPS). Juga ada bantuan alat-alat olah raga, seperti bola kaki, net dan lainnya.

Pihaknya juga sudah melantik kepala sekolah definitif, yang telah menjalankan tugasnya sehingga pelaksana tugas yang selama ini menjabat bisa kembali bertugas sebagai kepala sekolah di SD yang ada di desa tersebut.

“Memang selama ini kepala sekolahnya hanya diambil dari SD yang ada, tanpa ada Surat Keputusan. Sebab, hanya mengabdi secara sukarela. Selain itu, dari persyaratan yang ada, kepala sekolah tersebut pendidikannya tidak memenuhi syarat,” terangnya.

Aleksius Susar, Kepala Sekolah SMPN3 Waigete, menyebutkan, akibat ruang kelas rubuh dihantam angin kencang, pihaknya mendapatkan bantuan tenda darurat. Pemasangan tenda darurat dilakukan pada 3 Mei 2019, dan baru digunakan untuk ujian.

“Setelah kunjungi lokasi, Dandim 1603 Sikka memerintahkan agar dibangun tenda supaya bisa dipergunakan untuk para siswa melaksanakan ujian. Rencananya akan dibangun dua tenda, tetapi bangunan darurat beratap ilalang belum dibongkar, sehingga hanya satu tenda dahulu,” terangnya.

Fasilitas sekolah yang kurang, tambah Aleksius, selain ruang kelas, kursi dan meja, alat tulis dan buku pelajaran. Ketiadaan meja membuat para siswa harus mengikuti ujian dengan duduk di kursi plastik yang ada.

“Untuk menulis, terpaksa menggunakan paha sebagai alasnya. Papan komputer yang ada kami perguanakan untuk menyekat dan membagi lokasi tenda tersebut menjadi dua ruang kelas,” ungkapnya.

Data yang diperoleh dari LPSE kabupaten Sikka, menjelaskan, pembangunan gedung sekolah SMPN3 Waigete menggunakan anggaran APBD 2019 sebesar Rp550,345 juta.

Pembukaan kualifikasi dilaksanakan pada 12 Juni, dan penetapan pemenang lelang pada 14 Juni 2019. Penandatanganan kontrak kerja tanggal 25 sampai 26 Juni 2019.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!