hut

Pemda Sikka Biayai 100 Mahasiswa ke Malang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Pemerintah akan membiayai kuliah sebanyak 100 mahasiswa asal kabupaten Sikka. Para mahasiswa sebanyak 100 orang tersebut, akan didaftarkan dan dikuliahkan di Universitas Tribhuwana Tungga Dewi (Unitri) Malang dan biaya kuliahnya akan ditanggung Pemerintah Daerah (Pemda) Sikka.

“Kerjasama tersebut sudah kami tandatangani dua bulan lalu sehingga tahun ajaran ini kami sudah bisa mengirimkan para mahasiswa. Beasiswa SPP 10 persen akan diberikan,” sebut bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Kamis (23/5/2019).

Dikatakan Robi sapaannya, beasiswa tersebut akan diberikan untuk 8 program studi dengan syarat IPK yang diperoleh mahasiswa setiap semesternya 3,0. Biaya kuliah dari tahun pertama sampai selesai akan dbiayai pemerintah sebesar Rp.5,6 juta.

“Orang tua akan membiayai pemondokan, uang makan minum dan kebutuhan lainnya. Setiap mahasiswa harus membiayai uang pendaftaran sebesar Rp.250 ribu dengan mentransfer ke rekening kampus dan bukti transfer diserahkan ke dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Sikka,” jelasnya.

Robi juga menyebutkan, untuk mahasiswa putri, pemerintah akan menyewa rumah selama setahun. Sementara mahasiswa putra dipersilakan mencari pemondokan sendiri terlebih dahulu.

“Kalau ada dana dan banyak mahasiswa minta bersekolah di sana maka pemerintah akan mengajukan anggaran agar bisa membangun mess di Malang. Dengan begitu para mahasiswa bisa tinggal di tempat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) kepala dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, mengatakan, selain bekerjasama dengan Universitas Tribhuwana Tungga Dewi (Unitri) Malang, Pemda Sikka juga bekerjasama dengan kampus Cristo Re.

“Pemda Sikka juga bekerjasama dengan kampus Politeknik Cristo Re Maumere. Di kampus ini para mahasiswa akan mendapatkan pendidikan di bidang teknik dan difasilitasi bekerja usai menamatkan kuliah,” sebutnya.

Pihaknya pun kata Yosef, akan berupaya meningkatkan mutu pendidikan di kabupaten Sikka. Dinas PKO akan melakukan razia ke sekolah-sekolah untuk menindak para guru yang selama ini jarang mengajar.

“Kami akan melakukan sidak dan para guru yang selama ini tidak melakukan tugasnya sebagai pengajar akan kami tindak tegas. Dengan demikian tidak ada lagi pengajar PNS yang tidak bekerja dan setiap bulan mendapatkan gaji,” tegasnya.

Yosef juga meminta kesediaan media untuk ikut meliput sidak tersebut agar bisa diberitakan dan memberi efek jera kepada para guru. Dengan begitu, tidak ada lagi guru yang malas dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar.

“Tindakan tegas akan kami ambil tanpa pandang bulu. Ini penting agar kualitas pendidikan di kabupaten Sikka bisa lebih baik. Kasihan bila guru yang berstatus PNS tersebut tidak menjalankan tugasnya dan menyusahkan anak murid,” tuturnya.

Lihat juga...