Pemprov DKI Masih Hitung Kerugian Rusaknya Sejumlah Fasilitas

Editor: Koko Triarko

Petugas membersihkan lokasi pascakerusuhan -Foto: Lina Fitria

JAKARTA – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Saefullah, mengatakan penanganan kerusakan akibat aksi unjuk rasa yang digelar di depan Kantor Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) sampai saat ini masih berlangsung. 

“Kemarin sudah dibersihkan. Taman juga lagi dibersih-bersihkan. Pagar yang di Petamburan, pagar pembatas itu yang di jalur tengah itu tidak banyak. Hanya pemasangan kembali saja. Memang ada taman diinjak-injak, ya kita perbaiki, itu saja,” ujar Saefullah, kepada wartawan saat dihubungi, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019).

Namun dia mengaku masih belum tahu data kerugian fasilitas Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang rusak pascademonstrasi itu. Dia mengatakan, kerusakan terparah ada di kawasan Petamburan.

“Totalnya belum dihitung. Bawaslu saya rasa tidak seberapa,” ungkapnya.

Sementara untuk pos polisi yang dirusak oleh oknum demonstran bakal diperbaiki. Namun, rencana perbaikannya masih menunggu proses inventarisasi rampung.

“Tapi kalau yang pos polisi nanti segera kita bantu dirapikan. Kemarin perintah Pak Gubernur, kaca-kacanya dirapikan. Nanti kita lihat dulu ini, yang di jalur utama yang kemarin. Keliatan itu, ya disuruh diperbaiki. Lagi minta tolong diperbaiki,” paparnya.

Sementara, Polda Metro Jaya tengah mendata jumlah pos- pos polisi yang rusak akibat kerusuhan pada 21-22 Mei 2019 lalu, termasuk pos polisi lalu lintas.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Muhammad Nasir, mengatakan, pihaknya sedang mendata kerugian yang dialami akibat kerusakan tersebut.

“Untuk kerusakan pos polisi maupun lantas memang sedang diinventarisasi dari (Biro) Sarpras, Ditlantas menginvetarisasi berapa kerugaian berapa titik yang dirusak,” kata Nasir, di lokasi yang berbeda.

Nasir memastikan, fasilitas tersebut nantinya akan diperbaiki. Namun, rencana perbaikannya masih menunggu proses inventarisasi rampung.

“Masih tunggu inventarisasi selesai, nanti proses perbaikan apakah dari Polda atau Pemda, nanti kita sampaikan,” ujar Nasir.

Sebelumnya, kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik pada 21-22 Mei lalu merusakkan sejumlah sarana dan prasarana milik polisi.

Salah satunya Pos Polisi Sabang di jalan KH Wahid Hasyim yang ludes dibakar massa, imbas kerusuhan pada Rabu malam.

Kemudian massa yang ricuh di depan Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat menghancurkan Pos Polisi Sabang di jalan KH. Wahid Hasyim, serta membakar barang-barang yang ada di dalamnya, Kamis (23/5).

Massa makin merusak Pos Polisi Sabang, mulai dari pintu, jendela, dan tembok pos dihancurkan oleh massa. Kemudian barang-barang di dalam pos polisi seperti lemari besi, kursi, meja, AC, dan lainnya juga dikeluarkan seluruhnya oleh massa dan dikumpulkan di tengah jalan, lalu dibakar. Massa juga terlihat membakar ban dan kayu di tengah jalan, sehingga menimbulkan api yang sangat besar. Sejumlah CCTV jalan juga dihancurkan massa.

Lihat juga...