Penggunaan Naik 5 MW, PLN Jamin Pasokan Listrik Selama Ramadan Aman

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BALIKPAPAN — Masyarakat muslim di Indonesia memulai Ramadan tahun ini pada Senin (6/5/2019). Bahkan rangkaian ibadah selama bulan puasa sudah berlangsung sehari sebelumnya. Ibadah Ramadan dimulai dengan kegiatan Salat Tarawih pada Minggu (5/5/2019). Kemudian dilanjutkan dengan makan sahur pada keesokan harinya.

Panjangnya rangkaian ibadah umat muslim selama bulan puasa membutuhkan dukungan pasokan listrik. Di wilayah Kalimantan Timur, Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat memperkirakan adanya kenaikan penggunaan setrum pada Mei-Juni.

General Manager PLN Unit Wilayah Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimra), Djoko Dwijatno menyebut ada penambahan konsumsi listrik.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, momentum Ramadan akan meningkatkan konsumsi listrik karena adanya kegiatan ibadah yang lebih panjang. Tahun ini kenaikannya sekitar 5 megawatt,” kata Djoko Dwijatno.

Data PLN menyebutkan beban puncak lebih panjang dari biasanya pukul 7 hingga 8 malam, pada saat Ramadan menjadi pukul 7 hingga 9 malam. “Naiknya tidak signifikan karena yang listriknya nyala hanya tempat-tempat ibadah. Sementara, untuk rumah tangga, beban puncak mulai pukul 3 dinihari,” ungkapnya.

Hal ini dimaklumi karena biasanya masyarakat mulai menyiapkan makan sahur pada pukul 3 dinihari. “Kalau subuh naiknya cukup signifikan dari hari biasa,” imbuh Djoko Dwijatno. Di Kaltim kenaikkan beban puncak hanya 5 persen, tergantung daerahnya kalau mayoritas muslim semua naiknya cukup tinggi,” katanya. Dari data yang ada hari biasa beban puncak sekitar 450 megawatt untuk Kaltim, naik menjadi 455 megawatt. “Masih aman karena kita masih memiliki kapasitas 500 megawatt. Yang pusing kita memasarkan saja,” ungkapnya.

PLN menjamin pasokan listrik selama Ramadan terpenuhi lebih dari cukup. Perusahaan listrik negara telah berpengalaman menangani tiga event tahunan yang memerlukan perhatian besar. Yaitu Ramadan dan Lebaran, kemudian Natal dan Tahun Baru.

Di semua unit PLN sudah biasa melakukan itu dan dari pusat sudah ada intruksi resmi, dilakukan siaga. Tahun ini kebetulan siaga Ramadan dan Lebaran ini melanjutkan siaga untuk Pilpres dan Pileg serta siaga untuk UNBK

“Kami melanjutkan hal-hal yang sudah disiapkan. Pertama fasilitas, kesiapan instalasi tenaga listrik, kesiapan tim. SOP sudah ada, kondisi selalu kita update sesuai dengan situasi saat ini,” kata Djoko. Menjelang ramadhan dan lebaran, siaga selalu dilakukan internal, baik pembuatan SOP dan penyusunan tim siaga.

Lihat juga...