Pengumuman KPU 22 Mei, Dinkes DKI Siagakan Layanan Kesehatan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI, Widyastuti, menjelaskan, terkait beredarnya surat di media sosial tentang pelayanan kesehatan dari Dinkes DKI pada saat aksi 22 Mei, pihaknya membenarkan bahwa surat yang beredar itu dikeluarkan oleh Dinkes.

“Benar, tetapi jangan terus dipelintir. Artinya memang Dinkes  tupoksinya adalah menjalankan dukungan kesehatan untuk kegiatan apa pun, termasuk pemilu. Kemarin Asian Games kita juga, besok Lebaran kami juga,” ucap Widyastuti dalam jumpa pers di kantor Dinkes DKI, Jalan Petojo, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019), sore.

Kemudian Widyastuti menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kegiatan lanjutan sebagaimana permintaan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Jadi kita kan memang, seperti saat kemarin teman-teman di kecamatan, KPPS mengadakan penghitungan suara kemudian ada di tingkat wali kota, di tingkat provinsi kita juga siaga,” kata Widyastuti.

“Jadi sekali lagi ini adalah rangkaian, bukan hanya semata-mata (tanggal) 21-22 (Mei), bukan. Tetapi mulai tanggal 17 ada permintaan resmi dari KPU terhadap kita untuk dukungan kesehatan. Kami sudah mulai sejak tanggal 17,” sambungnya.

Menurut dia, tak ada yang perlu dipermasalahkan soal dukungan kesehatan itu. Langkah jajarannya itu mengacu pada Undang-undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, Permenkses 64 Tahun 2013, serta Surat Edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI tentang Koordinasi Bidang Kesehatan dalam rangka kesiapsiagaan pengumuman hasil Pemilu 2019.

“Dinas Kesehatan telah menyiapkan dukungan kesehatan untuk mengantisipasi krisis kesehatan yang mungkin terjadi,” kata dia.

Pemprov DKI Jakarta melalui dinas kesehatan mengerahkan ratusan petugas medis dari semua rumah sakit di ibu kota untuk bersiaga pada saat pengumuman hasil Pemilu 22 Mei besok.

Dia menjabarkan sebanyak 42 puskesmas di tingkat kecamatan, 32 RSUD, dan puluhan rumah sakit swasta yang mendapatkan surat edaran tersebut.

“Juga beberapa RS swasta seperti RS AGO, RS Jantung Harapan Kita, RSU Bunda, YPK Mandiri dan Budi Kemuliaan, Pelni, serta RS Jakarta,” ucapnya.

Widyastuti menjelaskan, Dinkes DKI Jakarta akan bekerja sama dengan petugas kesehatan dari TNI dan Polri. Petugas medis dari pihak keamanan ditempatkan di daerah ring satu sedangkan dari dinkes ditempatkan di ring tiga.

“Ada beberapa mekanisme, pertama tentunya kita berkoordinasi dengan jajaran kesehatan di bawah naungan Polda maupun dari pangdam. Kita ada di ring tiga istilahnya. Sipil ada di ring tiga,” jelasnya.

Tak hanya itu, kata Widyastuti, tim kesehatan bukan hanya dari pihak Pemprov DKI saja. Melainkan ada juga dari Polda dan Pangdam.

“Tim kesehatannya bukan hanya dari kami, tapi juga tim kesehatan yang di bawah koordinasi Polda maupun Pangdam,” ungkapnya.

Menurut Widyastuti, ada 25 titik strategis seperti KPU, Bawaslu, Istana Kepresidenan, serta DPR dan MPR yang menjadi fokus dari antisipasi Dinkes tersebut.

“Kita berkoordinasi dengan jajaran kesehatan di bawah naungan Polda maupun dari Pangdam, kita ada di ring tiga,” ujar Widyastuti.

Widyastuti memastikan, pasien dapat memakai sumber pembiayaan dari APBD, hanya jika pasien mengalami cidera akibat terdampak langsung dari aksi massa.

“Peserta yang cidera akibat terdampak langsung dari kegiatan pengumpulan massa di DKI, sumber pembiayaannya ditanggung oleh Pemprov DKI. Tapi, kalau gangguan kesehatan seperti kencing manis, yang memang dia sudah menderita itu sejak sebelum aksi massa, bisa dilayani dengan BPJS Kesehatan,” ujar dia.

Terdapat 42 puskemas di tingkat kecamatan, 32 RSUD, dan puluhan rumah sakit swasta yang mendapatkan surat edaran tersebut.

Dari puluhan rumah sakit itu, dinkes DKI menyiagakan 337 petugas medis yang meliputi 82 dokter umum, 173 perawat dan 82 sopir ambulans serta 42 ambulans puskesmas, 20 ambulans rumah sakit umum daerah, 15 ambulans gawat darurat dinas kesehatan.

Kemudian lima ambulans Suku Dinas Kesehatan, ambulans rumah sakit swasta, dan Unit Reaksi Cepat Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan.

Selain itu, 90 unit ambulans yang didukung 450 tenaga kesehatan dari Polri dan TNI juga akan memperkuat dukungan bagi tim kesehatan pada 22 Mei.

Lihat juga...