hut

Penuhi Kebutuhan Jamban, tak Mencemari Lingkungan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Target nasional wilayah bebas open defecation free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan hingga 95 persen, ditargetkan bisa dicapai Kabupaten Banyumas pada akhir tahun 2019 ini. Posisi sekarang, baru 82 persen wilayah di Banyumas yang bebas ODF.

“Target kita akhir tahun 2019 sudah mencapai 95 persen wilayah yang bebas ODF, berbagai upaya terus kita lakukan, mulai dari sosialisasi hidup sehat, serta pembuatan jamban di daerah-daerah pinggiran,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, Rabu (15/5/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Sadiyanto. – Foto: Hermiana E. Effendi

Menurutnya, wilayah yang masih belum bebas ODF sebagian besar berada di desa-desa daerah pinggiran. Sehingga fokus gerakan bebas ODF ditekankan pada desa pinggiran.

Gerakan bebas ODF sebenarnya sudah lama dilakukan, yaitu sejak tahun 2014. Gerakan ini didasarkan rasa keprihatinan, dimana jamban belum menjadi kebutuhan utama pada sebagian masyarakat. Sehingga masih banyak masyarakat yang melakukan kegiatan ODF di sembarang tempat, seperti sungai.

Perilaku hidup seperti ini, sangat tidak sehat dan memicu pencemaran lingkungan.

Seiring berjalannya waktu, kesadaran masyarakat akan kebutuhan jamban mulai terbangun. Jika awal tahun 2014, baru 54 persen warga Kabupaten Banyumas yang memiliki jamban, sekarang sudah meningkat menjadi 82 persen.

Meskipun sudah ada peningkatan, namun tidak semua jamban memenuhi aturan teknis dalam hal pembuangan limbahnya. Sebagian teknis pembuangan masih menyalahi aturan, yaitu dengan langsung dibuang ke sungai. Karena itu, sosialisasi gaya hidup sehat harus terus dilakukan.

“Mengubah perilaku masyarakat untuk menuju hidup sehat, dibutuhkan kesabaran dan sosialisasi secara terus-menerus. Hal ini tidak bisa dilakukan sendirian oleh Dinas Kesehatan, tetapi juga dibutuhkan peran pihak lain, seperti tokoh masyarakat, perangkat desa, LSM, Pramuka dan lainnya,” jelas Sadiyanto.

Dari pengamatan di lapangan, beberapa sungai yang masih menjadi tempat masyarakat melakukan aktivitas mandi hingga buang air besar, antara lain Sungai Kranji dan Sungai Logawa.

Memang bukan hal yang mudah untuk membuat Kabupaten Banyumas bebas ODF, pertama harus diawali dengan mengubah pola pikir masyarakat akan pentingnya keberadaan jamban di rumah.

Pembuatan jamban sebenarnya tidak terlalu mahal biayanya, namun pembuatan septic tank cukup membutuhkan biaya. Karena itu, Pemkab Banyumas berupaya untuk membuat septic tank komunal, misalnya untuk lima rumah, dibuatkan satu septic tank. Hal ini bisa menekan biaya cukup signifikan.

 

Lihat juga...