Pertamina Gencar Pasarkan Produk Ramah Lingkungan

Editor: Koko Triarko

Manager Domestik Gas Pertamina MOR VI Kalimantan, Tiara Thesaufi –Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Tahun ini, Pertamina terus melakukan penetrasi ke sejumlah daerah dengan produk-produk nonsubsidi. Salah satu yang gencar disosialisasikan adalah refrigerant hidrokarbon bernama Musicool. Produk tersebut salah satu produk ramah lingkungan dan hemat energi, sehingga pada tahun ini ditargetkan akan mampu terserap sebesar 6 ton di wilayah regional Kalimantan. 

“Kebanyakan mesin pendingin yang ada di pusat bisnis maupun perkantoran, menggunakan refrigerant sintetis yang sebetulnya berbahaya bagi lingkungan, terutama lapisan ozone. Karena itu, kami kenalkan lagi ke masyarakat, perkantoran dan lainnya, bahwa Pertamina memiliki produk ramah lingkungan,” terang Manajer Domestik Gas Pertamina MOR VI Kalimantan, Tiara Thesaufi.

Produk refrigerant hidrokarbon sudah lama hadir, namun pemasarannya belum dilakukan secara masif. “Kami terkendala di produksi, tapi sekarang sudah lancar dan kualitasnya juga sudah baik,” ucapnya, Selasa (28/5/2019).

Tiara mengaku sering bertemu dengan para teknisi untuk membahas peluang apa saja yang bisa digarap. Termasuk mendiskusikan setiap kendala dalam setiap pemasaran dan pemasangan produk tersebut di masyarakat.

“Produk ini ada beberapa jenis peruntukan, misal untuk AC mobil pakai MC134, kemudian AC pakai MC22 pada sejumlah produk,” tandasnya.

Untuk tahun ini, pihaknya menargetkan 6 ton untuk terserap di pasar. Sementara tahun lalu, telah terserap ke pasar sebesar 4,5 ton.

“Area yang berkontribusi adalah Balikpapan, Samarinda kemudian Pontianak. Karenanya, kami akan lebih masif lagi ke pasar dengan keunggulan yang dimiliki, yaitu ramah lingkungan dan hemat energi,” ujarnya.

Ia juga sangat mengharapkan kerja sama Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara (Apitu). “Diperlukan peran dari Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara (Apitu) untuk ikut menyosialisasikan produk Musicool,” tutupnya.

Lihat juga...