PPDB SMP, Tahun Ini Jogja Kenalkan Jalur Bibit Unggul

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta telah menjaring 725 siswa, untuk masuk dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP jalur zonasi bibit unggul.

Kasi Data dan Sistim Informasi Pendidikan Disdik kota Yogyakarta, Siti Hidayati – Foto: Jatmika H Kusmargana

Jalur zonasi bibit unggul tersebut, baru pertama kali diterapkan di 2019 ini. Kebijakan tersebut, untuk mengakomodir siswa berprestasi di wilayah kota Yogyakarta. Jalur PPDB zonasi bibit unggul, hanya diperuntukkan bagi siswa asal kota Yogyakarta, yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Keluarga (KK).

Lebih khusus adalah, jumlahnya maksimal 10 persen dari jumlah siswa terbaik kelas 6, yang diseleksi berdasarkan nilai rapor sejak semester tujuh hingga 11. Kemudian siswa diusulkan oleh masing-masing sekolah di kota Yogyakarta.

“Tahapan PPDB zona bibit unggul ini sudah dimulai sejak 7 Mei lalu. Berupa pengumpulan data oleh sekolah ke dinas. Sementara pendaftarannya dilakukan 14 sampai 16 Mei kemarin. Nanti hasilnya akan diumumkan pada 18 Juni 2019,” ujar Kasie Data dan Sistim Informasi Pendidikan Disdik kota Yogyakarta, Siti Hidayati.

Siti mengatakan, dari total daya tampung SMP Negri di kota Yogyakarta sebanyak 3.462 kursi. Alokasi untuk jalur zonasi bibit unggul maksimal hanya 10 persen. Atau dengan kata lain, hanya sebanyak 346 kursi saja. Jumlah itu tersebar di 16 SMP Negeri.

“Dari 725 siswa yang mendaftar, 20 siswa mengundurkan diri. Mungkin karena pertimbangan tertentu, misalnya sudah diterima di sekolah swasta. Sementara sisanya nanti akan kita seleksi lagi berdasarkan nilai USBN, yang baru diumumkan 12 Juni mendatang,” jelasnya.

Siswa yang telah diterima di SMP negeri melalui jalur bibit unggul, diwajibkan mendaftar ulang pada 18 hingga 19 Juni mendatang.  Meski mendapatkan jalur khusus, tetap terjadi persaingan antar siswa bibit unggul. Calon siswa yang telah dinyatakan diterima namun tidak mendaftar ulang atau lapor diri, maka yang bersangkutan tidak dapat lagi mendaftar dalam seleksi berikutnya.

Sedangkan siswa yang tidak diterima tetap bisa mendaftar melalui jalur lain. “Zona bibit unggul ini dibuat berdasarkan usulan langsung Walikota Yogyakarta, yang menginginkan agar anak-anak berprestasi di Yogyakarta dimudahkan dalam masuk sekolah negeri. Melalui jalur ini mereka tidak perlu ikut mekanisme PPDB seperti biasanya, karena begitu lulus sudah diterima di sekolah yang diinginkan,” tandasnya.

Lihat juga...