Pramuka Membentuk Karakter Bangsa Cerdas

Ilustrasi -Dok: CDN

BADUNG – Puluhan tim Pramuka Penegak dan Penggalang tingkat pelajar SMP, SMA, dan SMK se-Kwartir Daerah Bali, mengikuti lomba kepramukaan Pandu Sakura CUP VIII 2019, yang diselenggarakan SMAN 1 Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.

“Ini adalah momentum yang sangat baik bagi adik-adik Pramuka untuk menunjukkan jati diri, dan mengembangkan jiwa kepramukaan serta mengasah kemampuan melalui Pandu Sakura Cup VIII,” ujar Wakil Bupati Badung, sekaligus Pembina Kepala Kwarcab Badung, I Ketut Suiasa, yang membuka kegiatan tersebut, di Badung, Minggu (19/5/2019).

Sejumlah perlombaan yang digelar dalam kegiatan tersebut, di antaranya lomba senam Pramuka yang diikuti 15 tim tingkat Penggalang SMP, lomba cerdas tangkas berjumlah 14 tim, dan lomba keterampilan baris-berbaris (LKBB) yang berjumlah 14 tim Penggalang SMP.

Perlombaan untuk tingkat Penegak SMA/SMK di antaranya lomba senam pramuka, diikuti 14 tim, lomba desain grafis dengan 32 peserta dari 14 gugus depan, dan lomba musikalisasi diikuti sembilan tim.

Wabup Suiasa mengatakan, pihaknya bangga dan mengapresiasi kegiatan semacam itu dengan harapan kegiatan serupa dapat terus berlanjut.

“Saya inginkan SMAN 1 Kuta Utara ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain, agar bisa mengadakan kegiatan kepramukaan lain seperti Pandu Sakura Cup ini,” katanya.

Ia mengemukakan, kegiatan tersebut hal yang positif bagi pembangunan sumber daya manusia, dan dapat membuktikan kepada masyarakat serta publik, bahwa kegiatan pramuka bisa membangun silaturahmi sebagai anak bangsa.

“Pramuka adalah salah satu pilar dari bangsa Indonesia untuk membentuk suatu karakter yang cerdas dan bermanfaat bagi bangsa dan negara, sehingga ke depan generasi tersebut bisa menjaga dan mengawal persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,“ ujar Suiasa.

Ketua panitia kegiatan, Surya Dewi, menjelaskan, pada era milenial ini kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat gotong-royong yang berkaitan dengan persatuan dan kesatuan bangsa mulai memudar.

Karena itu, katanya, perlu optimalisasi kegiatan kepramukaan karena Pramuka salah satu organisasi yang dapat menciptakan semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan gotong-royong.

“Pramuka tidak hanya melatih mental, fisik, dan sikap sosial, tapi juga memiliki jiwa seni yang sangat berharga dalam kehidupan masyarakat,” ujar dia.

Ia berharap, kegiatan itu juga dapat mempererat tali persaudaraan antarsesama anggota Pramuka, dan meningkatkan ketangkasan serta kecepatan dalam berpikir dan bertindak.

“Melalui kegiatan Pandu Sakura Cup VIII ini kami juga ingin meningkatkan seni dan kreativitas para anggota pramuka, khususnya di wilayah Bali,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...