Presidium Emak-emak Indonesia Ajukan Lima Tuntutan

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BNP) Prabowo-Sandiaga Uno, Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto), membacakan tuntutan Presidium Emak-Emak Indonesia, yang dinamakan Litura (Lima Tuntutan Rakyat 2019), di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019) sore.

Pertama, menganulir-batalkan keputusan KPU di Pemilu 2019. KPU tidak dapat mempertanggungjawabkan 17,5 juta DPT hantu di pulau Jawa, keamanan suara asli yang tersebar di luar tempat penyimpanan.

Kecurangan di berbagai proses dan tempat yang mungkin dilakukan kesempatan kecurangan, yang intinya merugikan pasangan calon (paslon) 02 dan menguntungkan paslon 01 dengan modus sebagai berikut;

Mulai dari menahan undangan surat suara yang sudah dicoblos, penghilangan penggantian dokumen kotak-kotak suara C1, kecurangan perhitungan dan sebagainya.

Kedua, mendiskualifikasi paslon 01, karena terbukti sengaja melibatkan ASN, menteri, gubernur, bupati,  wali kota, camat, dan lurah, untuk menangkan 01.

Kondisi yang nyata dan patut diungkap, bahwa ada kesepahaman atau pemufakatan curang antara KPU, pemerintah dan penegak hukum paslon 01, untuk sinergi menangkan paslon 01.

Ketiga, bebaskan semua aktivis yang ditahan aparat, dan hentikan segala tindak lanjut laporan pada aktivis akibat memperjuangkan keadilan dan melawan kecurangan Pemilu 2019 dengan tuduhan makar.

Keempat, investasigasi besarnya korban tewas dan dirawat akibat penyelenggaraan pemilu damai 17 April 2019, tapi paling mematikan di dunia. Hentikan penganiayaan dan penghilangan nyawa rakyat pada aksi unjuk rasa pascapemilu.

Kelima, kembalikan kedaulatan rakyat atas pengelolaan kekayaan bumi, udara, air, tanah dan yang terkandung di dalamnya adalah hak bangsa Indonesia, bukan asing. Hapuskan Undang-undang (UU) dan  kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan UUD 1945.

“Inilah Litura Presidium Emak-Emak Indonesia, akan senantiasa berjuang di atas jalan kebenaran, kejujuran, dan keadilan untuk seluruh umat demi segenap rakyat,” tegas Titiek Soeharto, menutup pembacaan Litura.

Lihat juga...