Provokasi Sengketa Dagang Ibarat ‘Terorisme Ekonomi’

Ilustrasi bendera Cina - Dok: CDN

BEIJING – Wakil Menteri Luar Negeri Cina, Zhang Hanhui, mengatakan, provokasi sengketa dagang yang disengaja ibarat “terorisme ekonomi terbuka”, saat Beijing terus melancarkan pernyataan di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat.

Zhang mengeluarkan pernyataan itu ketika menanggapi pertanyaan mengenai perang dagang, saat konferensi pers menyangkut rencana kunjungan Presiden Cina, Xi Jinping ke Rusia, pekan depan.

“Provokasi sengketa dagang secara sengaja seperti ini, merupakan terorisme ekonomi terbuka, pembunuhan ekonomi dan intimidasi ekonomi,” katanya, di hadapan awak media, Kamis (30/5/2019)

Cina telah menggencarkan kritikannya terhadap Washington, sejak AS bulan ini menaikkan tarif terhadap produk Cina dan memasukkan ke daftar hitam raksasa teknologi Huawei Technologies Co Ltd.

Kritik dilancarkan Cina dengan berbagai cara, mulai dari mengirimkan surat agresif ke media pemerintah, mengobarkan semangat patriotik di media sosial, hingga mengerahkan duta besarnya di seluruh dunia untuk menyuarakan kritik tersebut.

Pada Kamis, seorang penyiar televisi pemerintah Cina dan pembawa acara Fox Business menggelar debat langsung mengenai gesekan Cina – AS di jaringan TV kabel AS.

“Tidak ada pemenang dalam perang dagang. Tidak, ada,” tegas Zhang.

“Kami menentang perang dagang, namun kami tidak takut perang dagang,” katanya, mengulangi pernyataan sejumlah pejabat dan media pemerintah Cina. (Ant)

Lihat juga...