hut

Putusan Bebas Kejahatan Seksual, Hakim PN Cibinong Langgar Hukum Acara

Editor: Mahadeva

Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah - Foto M Hajoran Pulungan

JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibinong akhirnya ditarik ke Pengadilan Tinggi Bandung. Penarikan dilakukan karena, majelis pemeriksa perkara dinilai telah lalai atau melanggar hukum acara.

Bahkan hakim dinilai tidak memberikan sepenuhnya hak-hak anak selama persidangan. “Ketua Pengadilan Negeri Cibinong telah menetapkan majelis hakim pemeriksa perkara, namun dalam pelaksanaannya bahkan saat pengucapan putusan dilakukan seolah hakim tunggal,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA), Abdullah, Kamis (2/5/2019).

Penindakan tersebut dilakukan bukan karena putusan bebas yang diberikan. Menurutnya, hakim tidak boleh dihukum karena putusannya. Hanya dapat dilakukan upaya hukum, baik upaya banding, kasasi atau peninjauan kembali.  “Terhadap putusan bebas pihak yang merasa belum mendapatkan keadilan dapat menempuh upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung dengan menyampaikan alasan-alasannya dalam memori kasasinya,” tambah Abdullah.

Lebih jauh Abdullah mengatakan, berdasarkan hukum acara yang berlaku, persidangan harus dilakukan secara majelis, yang terdiri dari tiga orang hakim. Dalam kenyataannya Ketua Majelis pemeriksa perkara telah melakukan proses persidangan seolah hakim tunggal.

“Hakim anggota harusnya mengingatkan Ketua Majelis atau melapor kepada Ketua Pengadilan, sehingga Ketua Pengadilan dapat memberikan peringatan agar tidak melakukan penyimpangan hukum acara, namun hingga pengucapan putusan tidak ada yang melakukan, baik hakim anggota maupun Ketua Pengadilan,” jelasnya.

Tindakan Mahkamah Agung menarik sementara majelis hakim pemeriksa perkara ke Pengadilan Tinggi Bandung, agar yang bersangkutan fokus menjalani proses pemeriksaan baik verifikasi maupun klarifikasi.  “Mengapa dilakukan di Pengadilan Tinggi Bandung? Hal tersebut dilakukan agar selama proses pemeriksaan tidak mengganggu kinerja Pengadilan Negeri Cibinong, dan Pengadilan Cibinong tetap menjalankan aktivitasnya memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, di 25 Maret 2019 majelis hakim Pengadilan Negeri Cibinong memutus bebas terhadap terdakwa HI (41), yang didakwa telah melakukan kejahatan seksual terhadap dua anak tetangganya. Dua korban berusia 14 tahun dan 7 tahun. Putusan tersebut dinilai mengandung kejanggalan, sehingga mengundang perhatian, keprihatinan dan reaksi keras dari masyarakat.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

manisa escort

»

iskenderun escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com