Ramadan, Generasi Muda Jaga Ukhuwah Islamiyah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

Ketua Bidang Seni dan Budaya MUI, Sodikun. Foto: Sri Sugiarti.

JAKARTA – Ketua Bidang Seni dan Budaya, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sodikun, berpesan generasi muda di bulan Ramadan 1440 hijriah ini agar selalu menjaga ukhuwah islamiyah. Dengan kegiatan positif yang menanamkan nilai-nilai islami, seperti tadarus Alquran, zikir, pesantren kilat, dan lainnya.

“Penting generasi muda menjaga ukhuwah islamiyah agar tidak salah langkah. Mereka harus mengisi bulan Ramadan ini dengan kebaikan yang mampu menjadi contoh bagi keluarganya,” kata Sodikun kepada Cendana News, di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Dia menegaskan, Ramadan adalah bulan yang memberi makna pada pengayaan nilai dan khazanah yang penuh berkah. Puasa pada bulan Ramadan menjadi puasa terbaik untuk umat Islam. Sehingga kita dapat memahami dan melaksanakan pesan moral ibadah puasa untuk menjadi hamba Allah SWT yang muttaqin.

Pembentukan kepribadian perlu ditanamkan pada diri generasi muda dengan pemahaman ajaran Islam yang baik dan benar. Diharapkan pengalaman berkesan tertanam dalam kehidupannya.

Menurutnya, remaja harus dibiasakan untuk melakukan kegiatan yang benar dimulai dari hal yang sederhana. Ini karena mereka adalah penerus kepemimpinan bangsa di masa depan. Tentu orang tua harus mampu membimbing mereka agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Apabila kegiatan positif telah tertanan dalam diri generasi muda, maka nilai-nilai islami akan mudah diterima, dan perbuatan buruk secara perlahan akan bisa dikurangi oleh mereka.

“Mereka harus menjadikan masjid sebagai pusat agama, pendidikan, ekonomi dan budaya. Mereka harus mencintai orang tuanya,” ujarnya.

Dia juga mengimbau generasi muda untuk tidak sekadar berpuasa menahan makan dan minum, tapi juga harus menjaga hati untuk media sosial (medsos).

“Ya puasa medsos untuk menghindari hal-hal yang buruk. Kalau medsos untuk kegiatan kreatif dalam berkarya seni religi, itu baik dijalankan,” tukasnya.

Kembali dia mengingatkan, di bulan Ramadan ini bagaimana memberi perhatian yang dimensinya seimbang antara jasmaniah dan rohaniah. Ibadah puasa menjadi magnet untuk menyimbangkan kehidupan sebagai manusia agar kembali fitrah dan naik menuju derajat takwa.

Lihat juga...