hut

Ramadan, Konsumsi Gas di Bekasi Capai Titik Tertinggi

Pasokan elpiji 3 kilogram - Foto : Dok. CDN

CIKARANG – Konsumsi gas Liquified Petroleum Gas (LPG) di Bekasi, Jawa Barat, memasuki fase tertinggi saat Ramadan. Tercatat konsumsinya mencapai 19.000 hingga 20.000 tabung per hari.

“Sejak memasuki Ramadan, jumlah kebutuhan meningkat dengan kenaikan 19.000-20.000 tabung per hari,” kata  Senior Sales Executive LPG III Wilayah Bekasi Deny Hamdani di Cikarang, Minggu (26/5/2019).

Menurut Deny, menjelang Ramadan hingga saat ini, konsumsi elpiji mencapai titik tertinggi. Namun, menjelang H-5 Lebaran disebutnya, biasanya akan terjadi penurunan.

Data Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Bekasi, disebut Deny, kenaikan permintaan gas telah mencapai 19.000 tabung per hari. Kenaikan tersebut terjadi semenjak memasuki puasa. Dan posisinya kembali naik di pekan ini.

Kebutuhan gas di Kota dan Kabupaten Bekasi, yang mencapai 190.000 tabung per hari tersebut dipasok dari 94 agen. Berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, peningkatan itu terjadi bukan menjelang Lebaran, tapi lebih awal.

Meningkat pada pekan ketiga puasa, lalu H-5 Lebaran mulai turun karena banyak yang sudah mudik. “Prediksi kami, tahun ini tidak berbeda jauh dengan sebelumnya,” jelasnya.

Meski pola makan saat Ramadan berkurang, namun intensitas memasak justru meningkat. Banyak konsumen yang menggunakan LPG lebih dari biasa, untuk memasak menu pendamping berbuka, seperti camilan.

“Belum lagi, kalau puasa banyak orang yang berdagang, apalagi untuk takjil berbuka. Otomatis penggunaan gas meningkat, kebutuhannya turut meningkat. Maka setiap momentum bulan puasa sampai jelang lebaran, pasokan selalu ditambah. Meski demikian, kami pastikan pasokan gas tetap tersedia, tidak ada kekurangan,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...