Ramadan, Operasional Tol Sumatera Pengaruhi Tingkat Konsumsi BBM

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Bulan ramadan 1440 H/2019 yang sudah berjalan selama hampir dua pekan ikut berdampak positif bagi penyedia bahan bakar minyak (BBM). Bulan ramadan, operasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar ikut mendongkrak konsumsi BBM bagi kendaraan.

Hal tersebut dibenarkan Nugroho, manajer operasional SPBU 24.355.85 Bakauheni atau dikenal SPBU Menara Siger. Konsumsi BBM diakuinya didominasi kendaraan roda dua, kendaraan pribadi dan truk.

Nugroho, manajer operasional SPBU 24.355.85 Bakauheni, Lampung – Foto: Henk Widi

Nugroho mengungkapkan, sebagai SPBU paling ujung di pulau Sumatera lokasi cukup strategis.

Pertemuan antara Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalinteng) dan Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpantim) membuat SPBU tersebut menjadi rujukan.

Saat bulan suci ramadan, tren masyarakat yang melakukan kegiatan berkendaraan sembari menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit salah satu pemicu konsumsi bahan bakar meningkat.

Saat pagi hari dan sore hari, meski kerap terjadi antrean namun pelayanan tetap berjalan dengan normal.

Pada SPBU tersebut Nugroho mengungkapkan, hanya menyediakan tiga jenis BBM meliputi pertalite, solar dan pertamax. Peningkatan jumlah permintaan diakuinya terjadi akibat SPBU berada di dekat pelabuhan Bakauheni, destinasi wisata Menara Siger, destinasi wisata bukit Indah, pantai Minang Rua, pantai Tanjung Tuha.

Destinasi wisata tersebut kerap menjadi lokasi favorit saat kegiatan ngabuburit terutama sore hari. Dominan warga menggunakan kendaraan roda dua dan mengisi BBM di SPBU yang dikelolanya.

“Masyarakat yang kerap tidak bepergian pada sore hari selama ramadan kerap mencari hidangan berbuka puasa atau takjil, terlebih Bakauheni menjadi tempat transit sekaligus banyak pekerja sektor jasa transportasi pelabuhan dan tol Sumatera menetap di kawasan ini,” terang Nugroho, saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (22/5/2019).

Nugroho menyebut selama ramadan tidak menambah stok bahan bakar karena mekanisme pengisian akan segera dilakukan sebelum tangki bunkes habis. Selama ini stok yang disediakan meliputi bahan bakar minyak jenis Pertalite sebanyak 8 Kilo Liter (KL), jenis Pertamax sebanyak 8 Kilo Liter dan jenis Solar disediakan sebanyak 16 Kilo Liter.

Sejak tiga tahun terakhir ia menyebut SPBU tersebut hanya menjual bahan bakar nonsubsidi dan mulai tidak menjual premium yang merupakan BBM bersubsidi.

Aktivitas kendaraan mengisi bahan bakar pertalite di SPBU 24.355.85 di Kilometer 1 Bakauheni – Foto: Henk Widi

Tingkat kebutuhan bahan bakar diakuinya berpengaruh pada stok yang disediakan. Pada kondisi normal ia menyebut stok Pertalite sebanyak 8 KL bisa habis dalam waktu dua hari terlebih saat bulan suci ramadan bisa lebih cepat.

Sementara jenis Pertamax sebanyak 8 KL disediakan untuk kebutuhan sepekan sekali. Jenis bahan bakar yang paling cepat habis merupakan solar dengan stok 16 KL habis dalam waktu satu hari. Stok tersebut diakuinya disediakan dalam sebanyak 4 dispenser.

Peningkatan permintaan bahan bakar selain faktor bulan ramadan disebutnya imbas pengoperasian tol yang sudah berbayar sejak 17 Mei silam. Sebab sebagian kendaraan yang akan masuk tol dari gerbang tol Bakauheni Utara kerap harus mengisi bahan bakar solar untuk truk dan pertalite atau pertamax untuk kendaraan pribadi.

Belum adanya fasilitas rest area di ruas tol membuat pengendara khawatir akan kehabisan bahan bakar saat melintas di tol.

“Pengakuan pengendara seperti truk ekspedisi malah banyak yang kembali beralih ke Jalinsum karena melintas lewat tol kurang efisien dari segi biaya operasional,“ ujar Nugroho.

Meski permintaan meningkat akan bahan bakar, Nugroho menyebut tidak pernah khawatir akan kekurangan stok. Pasalnya sistem pemesanan (order) kerap sudah dibuat berlebih sehingga ketika stok bunker habis, Pertamina akan segera mengirim pasokan.

SPBU yang berada di wilayah PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan tersebut dipastikan tidak pernah kehabisan stok. Persiapan untuk menghadapi angkutan lebaran juga telah dipersiapkan bagi pemudik.

Selain SPBU 24.355.85, peningkatan permintaan akan bahan bakar juga terjadi di SPBU 24.355.64 atau dikenal SPBU Garuda Hitam.

Aceng Usman, Manajer SPBU tersebut mengungkapkan persediaan sebanyak 8 Kilo Liter hingga 16 Kilo Liter disediakan untuk kebutuhan konsumen. Seperti SPBU lain pengiriman oleh depo Pertamina disebutnya akan dilakukan sebelum persediaan habis.

“Permintaan selama bulan ramadan sangat terlihat dibanding hari biasa karena tren masyarakat yang menggunakan kendaraan meningkat,” ujar Aceng Usman.

Aceng Usman menyebut semenjak operasional jalan tol dilakukan sempat muncul kekhawatiran konsumen berkurang. Kondisi tersebut diakuinya berlangsung sejak awal Maret karena ruas tol Bakauheni Terbanggi Besar belum berbayar atau digratiskan.

Semenjak digratiskan pada pekan kedua Mei sebagian kendaraan ekspedisi truk bahkan kembali memakai Jalinsum. Kondisi tersebut membuat permintaan bahan bakar kembali meningkat.

SPBU yang masih menjual bahan bakar bersubsidi jenis premium tersebut mengaku membatasi penjualan. Khusus untuk bahan bakar bersubsidi pengelola diakuinya melarang pembelian dengan jerigen dan kendaraan secara berulang.

Bagi kendaraan yang akan membeli premium pembatasan dilakukan sebanyak Rp30.000 untuk motor dan Rp150.000 untuk mobil. Pasalnya kebutuhan bahan bakar hanya diperuntukkan bagi konsumen pengguna terakhir bukan untuk dijual kembali.

Lihat juga...