hut

Rektor Unsoed Apresiasi Pemilu Kondusif di Banyumas

Editor: Koko Triarko

Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof. Dr. Ir. Suwarto, MS. -Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof. Dr. Ir. Suwarto, MS., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap proses pemilu di Kabupaten Banyumas yang berjalan damai, kondusif dan tanpa kecurangan. Sebab, helatan pemilu tersebut berlangsung di tengah serangan banyaknya berita hoaks.

“Dalam proses pemilu kemarin, kabar-kabar hoaks di sosial media sangat masif, namun dengan berbagai antisipasi yang dilakukan Polres Banyumas, Kodim serta KPU dan pihak lainnya, pelaksanaan pemilu bisa berjalan dengan aman, tertib dan damai. Menurut saya, itu suatu prestasi yang luar biasa dan harus kita apresiasi,” kata Rektor Unsoed, Senin (6/5/2019).

Prof. Suwarto menuturkan, saat pelaksanaan pencoblosan, masyarakat berbondong-bondong datang ke TPS. Sangat terasa antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi, mereka menikmati dan semua dengan senang hati menyalurkan hak pilihnya.

Dari sisi pelaksana, ada lembaga KPU, yang para pejabatnya adalah orang-orang pilihan. Anggota KPU Banyumas sudah melalui proses seleksi yang sangat ketat, dengan melibatkan akademisi serta para tokoh. Mereka juga disumpah saat dilantik. Sehingga komitmen KPU untuk melaksanakan pemilu sesuai aturan dan UU, tidak perlu diragukan lagi.

Di sisi lain, lanjutnya, juga terdapat banyak komponen pengawas, mulai dari Bawaslu yang ada sampai tingkat kecamatan, desa bahkan tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), ada saksi dari peserta pemilu, ada wartawan, petugas keamanan, polisi, serta ada masyarakat yang juga ikut mengawasi.

“Terkait hasil pemilu, untuk yang perolehan suaranya lebih sedikit, menunjukkan ekspresi kekecewaan sejenak merupakan hal yang wajar. Namun, sebagai bangsa yang sudah berkali-kali melakukan pesta demokrasi, semua pihak harus bisa berbesar hati menerima hasil rekapitulasi perhitungan suara KPU. Dalam setiap pelaksanaan pesta demokrasi, harus ada kemajuan, jangan sampai stagnan, supaya demokrasi kita semakin matang ke depannya,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyumas, KH Khairiri Shofa, yang mendorong seluruh peserta pemilu untuk kembali menjalin tali silaturahmi. Terlebih saat ini sudah memasuki bulan Ramadan.

“Pemilu di Kabupaten Banyumas berjalan dengan lancar, kondusif, aman dan tanpa kecurangan. Semua pihak, dalam hal ini saksi-saksi dari peserta pemilu, sudah menerima hasil dengan legowo. Sehingga sekarang saatnya masyarakat Banyumas untuk kembali menjalin tali silaturahmi dan meningkatkan ibadah di bulan suci ini,” pungkasnya.

Lihat juga...