hut

RRT-Denpasar, Jalin Kerjasama Pengembangan Pariwisata Budaya dan Perdagangan

Editor: Mahadeva

DENPASAR – Keberhasilan pengelolaan pariwisata budaya di Kota Denpasar mendapat perhatian dunia internasional. Kali ini Pemkot Denpasar menerima permohonan kerjasama dari Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Cina di bidang Pariwisata, Seni Budaya dan Perdagangan.

Sebelumnya, sudah ada kerjasama dengan empat negara dengan LoI (Letter of Intent), yakni Kota Mossel Bay Provinsi Cape Town Afrika Selatan, Kota Perth Australia, Kota Gyeongju Korea, dan Kota Bolgar Rusia.

“Kedatangan saya ke Pemkot Denpasar untuk bertemu Bapak Walikota Rai Mantra guna menjalin kerja sama dengan Denpasar mengenai Pariwisata, Seni Budaya dan di bidang perdagangan, serta memperkenalkan diri, karena saya yang sekarang sebagai Konjen Tiongkok baru di Denpasar,” ucap Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Mr. Gou Hao Dong usai bertemu Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Senin (6/5/2019).

Lebih lanjut Mr. Gou mengatakan, melihat warga Cina yang begitu banyak datang ke Bali, Pemerintah RRT Cina sangat ingin memperkenalkan dan mempromosikan Kota Denpasar. Sebagai Ibu Kota Bali, memiliki destinasi cagar budaya yang penuh dengan sejarah Bali.

“Saya sangat mengapresiasi Wali Kota Denpasar, yang masih menjaga keberadaan tempat-tempat bersejarah heritage serta cagar budaya yang ada di Denpasar, dan bisa menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata kota Denpasar. Karena kalau cuma menonjolkan keindahan alam, masih banyak tempat-tempat indah di belahan dunia ini,” tandas Mr. Gou.

Culture tourism yang ada di Denpasar, seperti Monumen Bajra Sandhi dan Museum Bali dinilainya sangat langka. “Akan dipromosikan kepada masyarakat agar bisa ikut menikmati wisata budaya di Denpasar, karena ini berbeda, unik dan indah,” imbuhnya.

Wali Kota Denpasar, Rai Mantra, menyembut, ada banyak tempat-tempat bersejarah di Denpasar yang bisa dikunjungi oleh tamu mancanegara. Keberadaanya bisa dijadikan wisata budaya.

“Saya sangat senang kalau bisa menjalin kerjasama di bidang Pariwisata budaya dengan Pemerintah RRT Cina dan alangkah baiknya selain pariwisata budaya, bisa terjadinya kolaborasi budaya nantinya antara Denpasar dengan Tiongkok. Karena sejak zaman dulu pertukaran budaya itu sudah ada di Bali,” tandas Rai Mantra.

Salah satu peninggalan sejarah hubungan antara Bali dan Tionglok adalah, Prasasti Blanjong yang ada di Sanur. Di prasasti tersebut tertulis Tari Baris Cina. Hal tersebut menunjukan, sejak dulu leluhur sudah saling bekolaborasi mengenai seni budaya.

Lihat juga...