RSUD NTB Kini Tangani Pasien Anuerisma Aorta Abdominalis

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MATARAM – Bagi pasien atau masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat penderita penyakit Anuerisma Aorta Abdominalis (AAA) kini tidak perlu lagi harus dirujuk ke rumah sakit luar daerah, karena Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB kini sudah mampu menangani.

“Sekarang bagi masyarakat yang menderita penyakit AAA, tidak perlu lagi harus rujuk ke luar daerah, karena RSUD NTB sudah bisa menangani, baik dari sisi peralatan maupun kemampuan tim medis,” kata Direktur RSUD NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri di Mataram, Jumat (24/5/2019).

Direktur RSUD NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri – Foto: Turmuzi

Dikatakan, spesialis bedah vaskuler yang dimiliki RSUD NTB, dr. I Made Arya Winatha, Sp. B ( K) V dan tim cathlab dibantu proctor EVAR dari Jakarta dr. Suhartono SpB (K)V serta tim dengan menggunakan fasilitas cathlab yang ada, dengan teknik endovakular aortic aneurysm repair atau EVAR.

Dengan keberhasilan penanganan kasus ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kesakitan dan kematian akibat AAA, disamping sangat membantu masyarakat karena tidak perlu dirujuk lagi keluar daerah.

“Ke depan SDM dan kualitas pelayanan RSUD NTB akan terus dibenahi dan ditingkatkan dalam rangka meningkatkan pelayanan profesional, dan rujukan ke rumah sakit luar daerah juga bisa dikurangi,” katanya.

Dikatakan, Anuerisma Aorta Abdominalis (AAA) sendiri merupakan pelebaran pembuluh darah atau penonjolan pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke organ dan jaringan di bagian bawah tubuh, yang disebut dengan aorta.

Pembuluh ini merupakan arteri terbesar dalam tubuh. Peregangan atau menggembungnya aorta dapat berbahaya karena dapat merusak daerah pada dinding aorta sehingga aorta pecah dan menyebabkan pendarahan jika tidak segera diobati.

Penyakit AAA juga sangat mematikan namun tak memiliki gejala. Satu-satunya cara mengobati penyakit ini adalah dengan melakukan operasi.

Operasi mengobati AAA bisa dilakukan dengan dua cara, yakni operasi pembedahan terbuka dan operasi pembedahan tertutup yang disebut sebagai endovaskular repair atau EVAR.

Gubernur NTB, Zulkiflimansyah, sebelumnya berharap, dengan kemampuan menangani berbagai penyakit berat seperti AAA, diharapkan akan semakin mampu meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Lebih penting lagi, dengan peningkatan fasilitas dan SDM yang dimiliki, masyarakat juga tidak perlu lagi harus dirujuk ke rumah sakit luar daerah. Melainkan cukup ditangani di RSUD NTB.  Selain menghemat waktu, dari sisi biaya juga bisa dikurangi.

Lihat juga...