hut

Rumah Makan di Bengkayang Masih Menggunakan Elpiji Subsidi

Gas bersubsidi, ilustrasi -Dok: CDN

PONTIANAK – Hasil sidak tim Pertamina Kalimantan Barat di Kabupaten Bengkayang, ditemukan tiga rumah makan masih menggunakan elpiji bersubsidi, atau gas isi tiga kilogram yang merupakan hak masyarakat tidak mampu.

“Senin (13/5/2019), kami melakukan sidak di tiga rumah makan, hasilnya, ketiganya masih menggunakan elpiji tiga kilogram atau bersubsidi, padahal rumah makan tersebut tidak berhak menggunakan elpiji tersebut,” kata Sales Axecutive Elpiji Pertamina Pontianak, Yodha Galih, usai sidak Senin (13/5/2019).

Ketiga rumah makan yang masih menggunakan elpiji subsidi atau tabung tiga kilogram tersebut adalah, Rumah Campago, rumah makan Citra Minang, dan rumah makan Nanda. “Bayangkan, kalau satu rumah makan saja bisa menggunakan dua hingga tiga tabung dalam sehari, sebulan bisa 60 hingga 90 tabung. Berarti sudah berapa rumah tangga tidak mampu yang diambil jatahnya,” ungkap Yodha.

Yodha mengatakan, dari pengecekan lapangan di wilayah Bengkayang, agen dan distribusi serta stok elpiji subsidi berjalan lancar. “Pembeliannya (tabung tiga kilogram) tetap dibatasi dan diatur dengan menggunakan sistem menggunakan KTP (Kartu Tanda Penduduk), sehingga pembelian elpiji tersebut memang oleh masyarakat yang benar-benar berhak,” ujarnya.

Pertamina sudah melakukan penambahan stok dan pasokan elpiji subsidi untuk wilayah Bengkayang, hingga 5.600 tabung. Penambahan, sebagai antisipasi terjadinya peningkatan permintaan. “Selain itu juga dilakukan pengetatan aturan ke pihak agen dan pangkalan, agar membatasi penjualan elpiji tiga kilogram tersebut kepada pihak pengecer agar penjualannya tepat sasaran. Dan penjualannya sesuai dengan ketentuan HET sesuai yang telah ditetapkan pemerintah daerah setempat,” katanya.

Sidak juga dilakukan ke Horeka (Sektor Usaha Hotel dan Restoran dan Kafe), untuk menekan kasus penyelewengan dan penyalahgunaan elpiji subsidi. “Rencana ke depan, agar pasokan tetap stabil kami akan melakukan penambahan extra droping di minggu ke-3 dan ke-4 Ramadan, dan menjelang Perayaan Idul Fitri, serta tetap melakukan koordinasi dengan Diserindag kabupaten dan kota, terkait tidak tepat sasarannya elpiji tiga kilogram ke Horeka tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, Manager Region Communication Relation and CSR Kalimantan, Heppy Wulansari menyatakan, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI (MOR VI) Kalimantan menjamin stok elpiji subsidi di Kalimantan. “Kami sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif dalam penyaluran elpiji tiga kilogram untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan di Kalimantan termasuk di Kalbar, seperti penambahan stok hingga sebesar enam persen di atas kebutuhan normal,” tandasnya.

Untuk Kalbar, ada penambahan stok elpiji tiga kilogram sebesar sembilan persen. Ha itu, sebagai antisipasi peningkatan permintaan. Dari kebutuhan normal sebanyak 10.125 metrik ton/bulan, pasokannya dinaikan menjadi 11.016 metrik ton. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!