hut

Sampah Domestik di Aceh Barat Meningkat Selama Ramadan

Ilustrasi -Dok: CDN

BANDA ACEH – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Barat, menyatakan, produksi sampah domestik dari rumah tangga di wilayah setempat meningkat sekitar 20 ton per hari, menjadi 95 ton selama bulan suci Ramadan tahun ini.

Kepala DLHK Aceh Barat, Mulyadi, mengaku, lazimnya pada hari biasa produksi sampah baik organik maupun plastik di daerah ini mencapai 75 ton per hari.

“Meningkatnya produksi sampah, kalau bulan Ramadan tahun ini, akibat banyaknya pedagang musiman yang menjual aneka makanan dan minuman, khususnya penganan berbuka puasa,” katanya, Rabu (29/5/2019).

Selain itu, lanjut dia, banyaknya konsumsi makanan dan minuman warga setempat juga menambah produksi sampah, khususnya organik, dan plastik bersumber dari aneka hasil barang belanjaan  masyarakat.

Guna mengantisipasi penumpukan sampah, pihaknya setiap hari mengerahkan paling sedikit 27 armada truk sampah, dan tiga unit armada becak motor, guna mengangkut sampah serta titik-titik tertentu termasuk di pusat perdagangan, pasar dan titik lainnya.

Pihaknya juga melakukan patroli secara rutin setiap hari dan menyiagakan petugas sampah di kantor. “Jika kami dapat laporan dari masyarakat, dan hasil pemantauan terdapat tumpukan sampah yang belum diangkut, maka segera kami angkut menggunakan armada yang ada,” terang dia.

Ia mengaku, baru dapat melayani pengangkutan sampah sekitar 80 persen, khususnya di dalam Kota Meulaboh. Ini terjadi karena keterbatasan becak motor yang mampu menjangkau gang-gang sempit.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mulai tahun ini menargetkan akan meraih Piagam Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Otomatis di sudut-sudut Meulaboh, Ibukota Kabupaten Aceh Barat harus bersih dengan melakukan pengelolaan sampah hingga ke tempat akhir pembuangan sampah. (Ant)

Lihat juga...