Santri Ponpes el Fira 3 Kerjakan Skripsi dengan Bahasa Inggris dan Arab

Editor: Mahadeva

PURWOKERTO – Pondok Pesantren saat ini, tidak lagi identik dengan kegiatan mengaji serta kajian-kajian kitab secara terus-menerus.

Seperti yang dilakukan Pondok Pesantren (Ponpes) el Fira 3, yang  melahirkan santri dengan kemampuan bahasa inggris, bahasa arab serta memiliki ketrampilan jurnalistik. Para santri di ponpes tersebut, di akhir masa kuliahnya, banyak yang mengerjakan skripsi menggunakan bahasa inggris atau bahasa arab.

Direktur Ponpes el Fira, Fathul Aminudin Aziz memberikan penjelasan tentang ponpes. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Kemampuan dua bahasa tersebut dimaksimalkan dalam proses belajar di ponpes, sehingga santri tidak hanya pasif, tetapi juga aktif dalam kemampuan bahasa yang mereka pilih. “Saat masuk pondok, mereka kita beri pilihan akan mendalami bahasa inggris atau bahasa arab. Sehingga tidak ada paksaan dan santri menjalani pendidikan dengan senang hati, dengan begitu diharapkan hasilnya maksimal,” kata Direktur Ponpes el Fira, Fathul Aminudin Aziz, Sabtu (25/5/2019) malam, usai berbuka puasa bersama para santri dan jurnalis.

Ponpes tersebut memiliki tiga ketegori, yaitu ponpres el Fira 1, yang khusus belajar kajian-kajian kitab kuning. Pompes el Fira 2, khusus untuk tamatan SMA/SMK yang ingin belajar baca tulis Alquran dan seputar tata cara beribadah.

Kemudian ponpes el Fira 3, tempat belajar bahasa inggis dan bahasa arab untuk para mahasiswa. Total santrinya sekarang ada 500-an orang. “Kalau el Fira 3 ini baru mulai berdiri 2017, dan Alhamdulillah santrinya sudah cukup banyak. Sebagain besar santri merupakan mahasiswa IAIN Purwokerto, ada juga yang mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed),” terang Aziz yang juga merupakan dosen Manajemen di IAIN Purwokerto.

Bagi santri yang sudah masuk semester akhir dan mulai mengerjakan skripsi, biasanya akan dikumpulkan dalam satu kamar dan diberi fasilitas komputer. Hal itu, untuk menunjang tugas skripsi yang mereka kerjakan.

Kegiatan belajar bahasa inggris atau bahasa arab, dilanjutkan dengan kegiatan diniyah hingga Subuh. Sementara saat pagi hingga sore, para santri menghabiskan waktu dengan kegiatan akademik di kampus masing-masing.

Awal berdirinya pesantren tersebut, sebenarnya dalam rangka membantu IAIN Purwokerto mencapai misinya mengenai pendalaman agama dan bahasa. “Alhamdulilah sekarang tujuan tersebut sudah tercapai, mahasiswa IAIN Purwokerto yang menjadi santri di el Fira 3, dalam mengerjakan skripsi menggunakan bahasa inggis atau bahasa arab,” tuturnya.

Tak hanya pelajaran bahasa saja, dalam rangka menggali potensi santri, pada bulan Ramadan, para santri juga diberi materi seputar jurnalistik, bermedia sosial yang sehat dan produktif. Kegiatannya dengan mengundang wartawan Purwokerto.

Salah satu santri, Zulkifli mengatakan, Dia sangat senang mengikuti pelatihan jurnalistik, dan bisa bertemu langsung dengan banyak wartawan dari berbagai media. “Saya cita-citanya ingin menjadi jurnalis, jadi senang ikut pelatihan dan mendapatkan ilmu langsung dari pelakunya,” pungkasnya.

Lihat juga...