hut

SAR Lampung Dirikan Lima Posko Selama Lebaran

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung atau Basarnas Lampung, menyiagakan lima posko Search and Rescue (SAR) saat angkutan Lebaran 2019.

Jumaril, Kepala Basarnas Lampung, menyebut dalam siaga khusus Lebaran 1440 H/2019, posko tersebut ditempatkan di lokasi yang diprediksi menjadi jalur pemudik dan wisatawan. Pada angkutan lebaran tahun ini, ia menyebut kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Pesawaran, Tanggamus, menjadi fokus perhatian.

Salah satu faktornya karena wilayah tersebut merupakan jalur pemudik dan objek wisata. Ada pun posko yang disiagakan adalah Posko SAR Bakauheni, Posko SAR Kota Agung, Posko Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), Posko Pantai Ketang Kalianda dan Dermaga Ketapang Pesawaran.

Jumaril (kanan), Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Lampung -Foto: Henk Widi

Menurutnya, kekuatan personel yang disiagakan dalam operasi tersebut, berjumlah 94 orang dan alat utama berupa Kapal Negara SAR 224 Basudewa, yang ditempatkan di Bakauheni.

“Personel akan dilengkapi dengan sejumlah peralatan pendukung, untuk memudahkan operasi siaga angkutan lebaran, ditambah dengan posko di jalan tol yang baru tahun ini,” terang Jumaril di Bandarlampung, dalam keterangannya yang diterima Cendana News, Senin (27/5/2019).

Selain KN SAR 224 Basudewa, sejumlah peralatan tambahan penyelamatan kecelakaan juga disiapkan. Peralatan di sejumlah pantai di antaranya lokasi wisata jenis Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 di wilayah objek wisata Tanggamus. Khusus di akses jalan tol ruas Bakauheni Terbanggi Besar (Bakter), disiapkan rescue truk berisi penyelamatan kecelakaan kendaraan.

Jumaril juga menyampaikan pesan khusus dari Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito, yang menekankan bahwa setiap personel Basarnas harus menjaga sikap sopan dan santun. Sikap tersebut harus diperlihatkan, baik dalam berkoordinasi dengan instansi terkait maupun dalam melaksanakan misi penyelamatan di lapangan.

Pesan Kabasarnas agar setiap Personel tetap semangat menjaga kesehatan dan selalu ingat, bahwa tugas ini adalah tugas kemanusiaan yang mulia.

“Tugas sebagai personel Basarnas merupakan tugas kemanusiaan, sehingga yakinlah angkutan lebaran menjadi sebuah ibadah,” beber Jumaril.

Jumaril menyebut dalam pelaksanaan operasi angkutan lebaran, kantor SAR Lampung juga fokus di lintas Selat Sunda. Sebagai jalur penyeberangan kapal dari pelabuhan Bakauheni-Merak, keselamatan pelayaran sangat diperhatikan.

KN SAR 224 Basudewa saat arus mudik dan balik dikerahkan untuk mengawal sejumlah kapal, terutama di alur masuk dan alur keluar. Sebab, alur perjalanan kapal di lintas Selat Sunda akan semakin padat oleh pemudik dari pulau Sumatra dan pulau Jawa.

Potensi kecelakaan laut saat arus mudik, diakui Jumaril telah dikoordinasikan dengan pihak terkait. Kepada sejumlah operator kapal, imbauan diberikan agar penumpang kapal tidak berdiri di pagar kapal.

Sejumlah alatkeselamatan yang ada di dalam kapal berupa sekoci, alat pemadam api ringan (APAR) menjadi perhatian. Alat keselamatan di kapal tersebut menjadi perhatian, untuk meminimalisir insiden tidak diinginkan di atas kapal.

Lihat juga...