Satpol PP Ternate Awasi Warung Buka Siang Hari

Ilustrasi -Dok: CDN

TERNATE – Satuan Polisi Pamong Praja (PP) dan Linmas Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), menempatkan personelnya di berbagai tempat keramaian, guna mengawasi adanya rumah makan yang membuka usahanya, terutama pada siang hari selama bulan suci Ramadan 1440 Hijriah.

“Kami telah sampaikan surat edaran Wali Kota Ternate Nomor: 331.1/07/2019, bahwa tempat hiburan, diskotik tempat pijat belum bisa dibuka, sedangkan, kafe/restoran, rumah makan tidak diperbolehkan di buka pada siang hari selama bulan Ramadan, sehingga personel rutin melaksanakan penertiban sesuai surat edaran tersebut,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Ternate, Fhandy Mahmud, di Ternate, Sabtu (18/5/2019).

Fhandi mengatakan, sesuai surat edaran wali kota itu pihaknya akan terus intens melakukan operasi pada bulan puasa seterusnya sampai berakhir di bulan Ramadan nanti.

Dia menjelaskan, surat edaran itu melarang pengelola tempat hiburan, diskotik, tempat pijat, kafe/restoran, rumah makan harus diawasi sampai berakhirnya bulan puasa.

“Tentunya edaran tersebut harus dapat ditaati masyarakat dan juga kepada penjual takjil, dalam wilayah Kota Ternate, agar turut serta menaati edaran tersebut,” ujarnya.

Sehingga, kata dia, takjil dalam bentuk apa pun tidak boleh dijual sebelum jam 14.00 WIT, namun diperbolehkan berjualan setelah 14.00 WIT hingga selesai.

Pihaknya juga menegaskan, bahwa para penjual takjil tidak mengunakan badan jalan yang dapat mengganggu arus lalu lintas. Selain itu, tidak diperbolehkan membunyikan pengeras suara dengan volume maksimal, melakukan aktivitas bernyayi atau karaoke dengan volume tinggi, karena mengganggu umat Islam yang sedang melakukan ibadah salat tarawih dan tadarus Alquran.

“Semoga pemberitahuan ini ditaati oleh masyarakat, terutama pengelola rumah makan maupun tempat hiburan yang ada di Kota Ternate, serta dilaksanakan dengan penuh rasa tanggungj awab, dan bila tidak diindahkan, maka akan ditindak sesuai peraturan perundang-undang yang berlaku,” demikian Fhandy Mahmud. (Ant)

Lihat juga...