Sebanyak 725 Siswa di Yogyakarta, Bersaing di Jalur Bibit Unggul PPDB SMP

Petugas memberikan informasi tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kantor Disdikpora Yogyakarta (Foto Ant)

YOGYAKARTA – Sebanyak 725 siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Yogyakarta, akan bersaing memperebutkan 346 kuota kursi SMP Negeri. Mereka bersaing di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 melalui jalur bibit unggul daerah.

“Siswa yang mendaftar tersebut berasal dari 164 SD di Kota Yogyakarta. Ada dua SD yang tidak menyerahkan usulan nama siswa untuk jalur bibit unggul karena siswanya hanya tiga anak saja,” kata Kepala Bidang Pendidik Tenaga Kependidikan dan Data Sistem Informasi Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Atik Sri Budiarti, Senin (13/5/2019).

Menurut Atik, seluruh SD yang mengajukan daftar calon siswa bibit unggul, menyampaikan usulan sesuai kuota maksimal. Sesuai ketetapan Dinas Pendidikan, sekolah mengusulkan maksimal 10 persen dari jumlah siswa masing-masing sekolah.

Siswa yang diajukan adalah siswa yang menjadi penduduk Kota Yogyakarta. Saat ini, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah membagikan token ke masing-masing sekolah. Token tersebut dapat digunakan siswa untuk log in dan registrasi saat pendaftaran.

Pendaftaran PPDB jalur bibit unggul daerah, akan dilakukan secara online melalui laman yogya.siap-ppdb.com. Setelah menerima token, calon siswa bisa melakukan aktivasi pada 14 hingga 15 Mei 2019, dan dimanfaatkan untuk melakukan pendaftaran mandiri secara online pada 15 hingga 16 Mei 2019.

Setiap siswa dapat memilih maksimal dua sekolah yang diinginkan. Di Kota Yogyakarta terdapat 16 SMP negeri yang bisa menjadi pilihan. Total kuota dari jalur bibit unggul daerah tersebut terdistribusi ke seluruh SMP negeri di Kota Yogyakarta dengan kapasitas yang berbeda-beda di setiap sekolah. “Mungkin saja ada sekolah yang kurang diminati, dan sebaliknya ada sekolah yang sangat diminati,” katanya.

Seleksi akan dilakukan berdasarkan nilai rapor yang dimiliki oleh setiap calon siswa dari lima mata pelajaran yaitu Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA dan IPS sejak kelas 4 hingga kelas 6. Nilai seluruh mata pelajaran tersebut kemudian dirata-rata.

Hasil seleksi PPDB bibit unggul akan diumumkan pada 18 Juni atau setelah nilai USBN SD keluar. Siswa yang dinyatakan diterima wajib melakukan daftar ulang pada 18 hingga 19 Juni 2019, di sekolah tempat calon siswa tersebut dinyatakan diterima. “Siswa yang tidak diterima melalui jalur bibit unggul, tetap bisa mendaftar ke SMP negeri di Kota Yogyakarta melalui jalur lain yaitu zonasi jarak atau jalur prestasi. Sedangkan siswa yang sudah diterima, tidak diperkenankan mendaftar lagi melalui jalur lain,” jelasnya.

Selain jalur bibit unggul, pada PPDB tahun ini juga dibuka beberapa jalur lain yaitu zonasi wilayah berdasarkan jarak dari rumah ke sekolah. Zonasi mutu atau didasarkan pada nilai USBN, serta zonasi dari jalur keluarga tidak mampu.

“Penerimaan melalui jalur prestasi untuk siswa luar Kota Yogyakarta, zonasi mutu untuk siswa dalam Kota Yogyakarta dan dari jalur keluarga tidak mampu akan dilakukan serentak sesuai jadwal dari DIY yaitu pada 1 hingga 3 Juli,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budhi Asrori.

Peserta yang mengikuti seleksi di ketiga jalur tersebut akan bersaing berdasarkan nilai USBN SD yang dimiliki. Total alokasi siswa dari ketiga jalur tersebut mencapai 55 persen dari total kapasitas SMP negeri di Kota Yogyakarta. Sedangkan untuk penerimaan siswa baru dari jalur zonasi jarak akan digelar lebih awal yaitu pada akhir Juni. Alokasi yang dibuka adalah 30 persen. PPDB dari jalur zonasi jarak hanya bisa diikuti oleh calon siswa warga Kota Yogyakarta.

Lihat juga...