Sejumlah Tokoh di Banyumas Gelar Silaturahmi

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Sejumlah tokoh di Kabupaten Banyumas, menggelar acara silaturahmi pascapemilu yang bertujuan untuk kembali merajut tali persaudaraan. Tak hanya pimpinan partai politik, akademisi, NU, Muhammdiyah yang hadir, namun Front Pembela Islam (FPI) Banyumas juga hadir dan sepakat untuk merajut damai pascapemilu.

Ketua FPI Banyumas, H Slamet mengatakan, pihaknya sangat sepakat para tokoh di Banyumas berkumpul untuk mengeratkan kembali tali silaturahmi. Pascapelaksanaan pemilu yang cukup menegangkan, berkumpul untuk menetralisir hubungan sangat diperlukan.

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Banyumas, H Slamet. -Foto: Hermiana E. Effendi

“Saya orang asli Banyumas, bapak-ibu dan kakek-nenek saya juga asli orang Banyumas, dan budaya orang Banyumas adalah legawa atau berbesar hati menerima keadaan. Selaku ketua FPI Banyumas serta ketua relawan Prabowo-Sandi, saya menyatakan sangat legawa dengan hasil pilpres,” kata H Slamet, usai acara silaturahmi yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama, Sabtu (11/5/2019).

Menurutnya, sekarang FPI fokus menggelar berbagai kegiatan amaliyah Ramadan, kajian-kajian, dzikir dan lainnya. Persaudaraan, lanjutnya, hukumnya wajib dijunjung tinggi, apa pun keputusan yang diumumkan KPU pada 22 Mei mendatang.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja KPU, Bawaslu, Polres Banyumas, Kodim 0701/Banyumas serta para peserta pemilu yang sudah bersama-sama menjaga kondusivitas Banyumas selama proses pemilu. Dan, deklarasi merajut damai pascapemilu ini, merupakan perwujudkan dari tekad semua pihak untuk menjaga perdamaian.

“Tadi perwakilan dari seluruh tokoh sudah berbicara, baik dari tim pemenangan 01 dan 02, kemudian dari para ketua parpol, akademisi, MUI dan lain-lain, semua memberikan nilai yang bagus untuk pelaksanaan pemilu di Banyumas, dan para tokoh ini merupakan representatif masyarakat,” kata Husein.

Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, menyatakan, deklrasi ini merupakan inisiasi dari Forkominda, sebagai bentuk kepedulian dan upaya untuk merangkul seluruh pihak pascapemilu. Sehingga ke depan, suasana Banyumas tetap kondusif dan ‘baju’ 01, 02 sudah sama-sama ditanggalkan.

Ketua KPU Banyumas, Imam Arif Setiadi, menyatakan rasa terima kasih atas penilaian positif dari berbagai kalangan tentang pelaksanaan pemilu di Banyumas.

“Pujian serta nilai positif yang diberikan para tokoh Banyumas ini, kami dedikasikan untuk para petugas KPPS yang meninggal dunia maupun yang masih sakit, sebab berkat tangan-tangan mereka, pemilu bisa terlaksana,” tuturnya.

Acara diakhiri dengan deklarasi damai yang dipimpin Bupati Banyumas. Dalam deklarasi tersebut, bupati dan seluruh tokoh Banyumas menyatakan pemilu di Banyumas berlangsung jujur, adil, tranparans, tanpa kecurangan dan demokratis. Serta diakhir dengan yel bersama, ‘Dewek Seduluran’ atau kita bersaudara.

Lihat juga...