hut

Selama Ramadan, Pangkalan Pastikan Stok Elpiji Aman

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Sejumlah pemilik pangkalan elpiji di Lampung Selatan memastikan stok yang dimiliki aman saat Ramadan.

Robby Nurrohman, pemilik pangkalan gas tiga kilogram di Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan memastikan, tidak adanya penambahan kuota oleh Pertamina. Sebagai pangkalan resmi Dia mendistribusikan gas dari PT. Nyala Lampung.

Stok tabung disediakan Robby Nurrohman sebanyak 560 unit ukuran tiga kilogram, 50 unit ukuran 5,5 kilogram dan 10 unit ukuran 12 kilogram. Robby mendistribusikan gas ke puluhan pedagang pengecer. Stok yang dimiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan pengecer yang sebagian merupakan pemilik warung di Penengahan. Meski Dia juga mengirim gas hingga wilayah Kecamatan Bakauheni.

Robby menyebut, permintaan gas untuk pelanggan tetap akan stabil saat Ramadan. Namun sepekan sebelum Ramadan, yang merupakan musim panen dan musim tanam, meningkatkan permintaan gas oleh masyarakat.

Robby Nurohman, pemilik pangkalan tabung gas elpiji di Desa Kelaten,Kecamatan Penengahan,Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Gas elpiji sering digunakan petani untuk kegiatan memasak di ladang dan sawah selagi pekerja memanen atau menanam. “Permintaan yang meningkat justru bukan karena mendekati Ramadan, tetapi dua pekan sebelum Ramadan banyak petani panen dan mulai menanam padi serta jagung, kebutuhan gas dari petani lebih banyak karena lebih cepat habis,” tutur Robby Nurohman saat ditemui Cendana News, Kamis (2/5/2019).

Kendati menjadi pangkalan resmi, Robby belum mendapat perintah untuk terlibat dalam operasi pasar gas elpiji. Seperti tahun sebelumnya saat Ramadan, Pertamina dan distributor bersama pemerintah melakukan operasi pasar. Namun, tercukupinya stok gas membuat harga tidak berubah. Di pangkalan, harga gas elpiji ukuran tiga kilogram dijual Rp20.000, ukuran 5,5 kilogram dijual Rp75.000 dan ukuran 12 kilogram dijual Rp110.000 pertabung.

Konsumen masyarakat ekonomi menengah disebut Robby masih menggunakan elpiji ukuran tiga kilogram atau dikenal dengan sebutan melon. Baru sebagian yang beralih ke ukuran 5,5 kilogram atau tabung pink.

Upaya mengajak masyarakat menggunakan gas ukuran 5,5 kilogram disebutnya masih sulit. Pembeli dari kalangan ekonomi mampu masih memilih membeli gas melon. Pangkalan tidak bisa menertibkan pembelian gas ukuran tiga kilogram oleh masyarakat mampu tersebut.

Pengecer gas elpiji di Desa Kelaten, Sumiati, menyebut, masih menjual gas dengan harga normal. Ia menjual gas ukuran tiga kilogram Rp25.000 pertabung. Kuota yang diperoleh Sumiati, 20 tabung, lima diantaranya berukuran 5,5 kilogram atau Bright Gas. “Kenaikan harga gas kerap terjadi akibat stok kurang dan distribusi tidak lancar, namun saat ini, menjelang Ramadan pasokan lancar,” beber Sumiati.

Ibu rumah tangga bernama Mama Yessi, warga Bakauheni menyebut, harga gas elpiji masih normal. Harga tertinggi di warung pengecer dikisaran Rp25.000 pertabung. Harga yang disebutnya masih terjangkau dan dinilai masih cukup wajar. Tahun lalu, menjelang Ramadan harga gas tiga kilogram, bisa mencapai Rp30.000. Kendati harga yang masih wajar, Yessi berharap tetap ada operasi pasar agar harga bisa di bawah Rp25.000 pertabung.

Lihat juga...