hut

Semangat 1945, Bentuk Generasi Muda Berakhlak dan Beretika

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

DENPASAR – Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISPOL) Wira Bhakti Denpasar bersama DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Bali menggelar Sosialisasi Jiwa Semangat Nilai-Nilai (JSN) 1945 di Aula Yayasan Kebaktian Proklamasi Provinsi Bali.

Kegiatan yang mengambil tema “Melalui sosialisasi JSN 1945 kita tumbuh kembangkan jiwa patriotisme dan nasionalisme generasi muda demi tegaknya pancasila UUD 1945, bhinneka tunggal ika dan NKRI’’ diikuti puluhan mahasiswa STISPOL Wira Bhakti dan siswa SMK Wira Bhakti.

Ketua Yayasan Kebangkitan Proklamasi (YKP) Provinsi Bali, I Wayan Sudarta, mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memperingati Kebangkitan Nasional sekaligus membentuk generasi muda yang berakhlak, beretika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

Sudarta menambahkan, JSN 1945 dengan YKP Provinsi Bali sangat memiliki hubungan erat, begitu juga JSN 1945 memiliki hubungan dengan generasi penerus bangsa.

Menurutnya, semua itu saling berhubungan, YKP Provinsi Bali sendiri lahir pada tanggal 27 Desember 1949. YKP didirikan para pejuang YKP bersama Pemerintah Daerah Tingkat I Bali.

Ia menjelaskan YKP didirikan dengan tujuan pokok yaitu memupuk jiwa kepahlawanan, jiwa nasionalisme dan patriotisme.

“Ini artinya tujuan pokok YKP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari jiwa semangat dan nilai-nilai 1945,” ungkap Sudarta, Jumat (17/5/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan, sejatinya jiwa semangat dan nilai-nilai 1945 diwariskan para pejuang kepada generasi penerus bangsa. Maka dari itu Sudarta mengatakan sosialisasi JSN 1945  merupakan sisi spiritual yang bermanfaat bagi generasi muda dalam mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pada pancasila UUD 1945 dengan motto Bhineka Tunggal Ika.

‘’Disinilah kaitan antara JSN 1945 dengan generasi penerus bangsa sebagai calon pemimpin masa depan,’’ tegas Sudarta.

Sementara itu Pembantu Ketua III STISPOL Wira Bhakti Denpasar, I Gede Putu Yasa, mengatakan, sosialisasi ini digelar agar generasi muda harus memiliki jiwa semangat yang tinggi dan bekerjasama dalam mencapai kehidupan yang lebih baik.

Seperti halnya yang dikisahkan dalam cerita para dewa bersedia kerjasama dengan para raksasa untuk memutar gunung  guna mendapatkan tirta amerta.

‘’Dari cerita tersebut maka sebagai manusia harus meniru semangat para dewa untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Selain itu sosialisasi JSN 1945 ini perlu digalakkan dan harus hidup dalam diri kita,’’ ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Putu Yasa mengimbau agar seluruh dosen dapat menyisipkan nilai-nilai pancasila dalam mata kuliah. Karena jiwa semangat 1945 itu adalah dasar ideologi dan filosofinya pancasila. Sehingga apa pun yang diajarkan kepada mahasiswa tidak boleh menyimpang dari ajaran pancasila.

“Maka semua mahasiswa akan berpikir untuk berbuat yang lebih baik selama hidupnya,” tandas Putu Yasa.

Ketua DPD LVRI Provinsi Bali, I Gusti Bagus Saputra, dalam sosialisasi tersebut menceritakan sejarah perjuangan para veteran saat penjajahan negara Belanda dan Jepang di Bali hingga terbentuk perdamaian.

Dari kisah yang dialami Bagus Saputra berharap agar generasi muda memiliki jiwa semangat untuk merdeka dalam keadaan apa pun dan kesulitan apa pun.

Selain itu ia juga mengharapkan agar generasi muda memiliki nasionalisme, patriotisme, harga diri, tidak mengenal menyerah, pantang mundur, persatuan kesatuan, anti penjajah, percaya kekuatan sendiri, optimisme, idealisme, spiritualisme, solidaritas, dan disiplin.

“Untuk mencapai apa pun kita sebagai generasi muda harus memiliki sifat disiplin. Oleh sebab itu saya mengharapkan agar generasi muda harus ulet dan mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan diri sendiri. Sebagai manusia harus berpikir, hidup ini harus berguna untuk nusa dan bangsa,” pungkas Bagus Saputra.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!