hut

Sinergi Warung Cerdas Damandiri dan Pelaku UKM Terus Ditingkatkan

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Sinergi antara Warung Cerdas Damandiri dan para pelaku UKM binaan KUD Gemah Ripah di Desa Mandiri Lestari Trirenggo, Bantul, terus dijaga dan ditingkatkan, demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. 

Salah satunya dengan mendorong para pelaku UKM sekaligus anggota koperasi, untuk membeli berbagai kebutuhan maupun bahan baku dagangan dari Warung Cerdas Damandiri, yang merupakan unit usaha KUD Gemah Ripah untuk usaha mereka.

Pengurus KUD Gemah Ripah sendiri rutin menggelar pertemuan antarseluruh pelaku UKM, khususnya penerima bantuan program Desa Mandiri Lestari. Hal ini dilakukan, agar mereka selalu mendapatkan informasi menyangkut kegiatan KUD maupun program unit-unit usaha yang dimiliki.

“Kemarin kita baru saja mengadakan pertemuan. Baik itu para penerima bantuan bedah rumah, warung Damandiri hingga gerobak rakyat. Semua kita dorong, agar senantiasa mendukung pengembangan koperasi melalui unit usaha, baik warung cerdas maupun tabur puja,” kata Ketua KUD Gemah Ripah, Ambyah, baru-baru ini.

Sementara itu, salah seorang pelaku UKM sekaligus penerima bantuan program bedah rumah dan modal warung, Umroyati (47), warga Pasutan, Trirenggo, Bantul, mengaku selama ini rutin mengambil barang kebutuhan dagangan dari Warung Cerdas Damandiri. Hal itu dilakukannya sesuai aragan pengurus koperasi.

“Saya kan setiap hari jualan empek-empek dan mie di sekolah-sekolah. Biasanya saya keliling pakai sepeda sejak pagi hingga sore hari. Jadi, kalau beli bahan itu selalu di warung Damandiri. Seperti mie, minyak, plastik, telor, saos, dan sebagainya,” kata ibu tiga anak ini.

Selain relatif murah, membeli kebutuhan pokok di Warung Damandiri juga memiliki keuntungan tersendiri, karena jaraknya yang dekat. Bahkan, menurut pengurus Koperasi, barang yang diambil di warung dapat digunakan terlebih dahulu oleh para anggota, untuk memudahkan dalam berusaha.

Selain mendapatkan bantuan program bedah rumah senilai Rp18 juta, Umroyati juga mendapatkan bantuan pendirian usaha warung senilai Rp2,5 juta. Selain dibuatkan warung sederhana di rumahnya, ia juga diberi modal dalam bentuk berbagai barang dagangan warung kelontong.

Sayangnya, usaha warung kelontong di rumahnya ini tidak berjalan lancar, karena ia dan suaminya sibuk bekerja di luar rumah. Kemudian, Umroyati pun mengalihkan bantuan usaha warung itu untuk menambah modal usaha jualannya secara keliling ke sekolah-sekolah.

“Saya dan suami hanya di rumah saat malam hari saja, karena itu warung tidak jalan. Akhirnya saya alihkan modalnya untuk kembangkan usaha jualan mie dan empek-empek keliling. Dari situ saya dapat hasil lumayan. Mulai dari Rp50 ribu-Rp100 ribu kotor setiap harinya,” katanya.

Lihat juga...