hut

Stok Elpiji Jelang Lebaran di Magelang Dijamin Disperindag

Pasokan elpiji 3 kilogram - Foto : Dok. CDN

MAGELANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang diminta memperhitungkan stok elpiji, agar aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran 2019.

“Disperindag perlu selalu memperhitungkan stok elpiji agar aman, utamanya untuk masyarakat Kota Magelang menjelang Lebaran,” kata Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina, Selasa (21/5/2019).

Ketika mendekati Lebaran, tidak jarang elpiji untuk Kota Magelang dijual oleh pedagang yang nakal ke luar daerah. Disperindag Kota Magelang diminta memantau ketersediaan elpiji tiga kilogram atau bersubsidi di tiga agen, yakni Pusat Koperasi Konsumen (PKK) di Jalan Piere Tendean, PT Fatima Utama di Jalan Urip Soemoharjo, dan PT Mitra Migras Sejati (MMS) di Kelurahan Cacaban.

Disperindag menjamin, stok elipiji di tiga agen tersebut aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Lebaran. “Justru beberapa waktu terakhir permintaan elpiji tiga kilogram cenderung menurun, karena banyak warga yang sudah beralih ke elpiji 5,5 kilogram,” kata Kepala Bidang Pedagangan Disperindag Kota Magelang, Vivi Eri Setyowati.

Kuota elpiji bersubsidi per 9 Mei 2019 di agen PKK 77.480 tabung, PT Fatima Utama 77.680 tabung, dan PT MMS 30.240 tabung. Agen-agen tersebut menyalurkan elpiji kepada ratusan pangkalan yang tersebar di Kota Magelang dan sekitarnya.

Saat rapat koordinasi dan paparan kesiapan Pemkot Magelang menghadapi Idul Fitri 1440 Hijriah di Aula Adipura Kencana Kompleks Kantor Pemkot Magelang, Windarti juga mengatakan, pentingnya petugas melakukan tera ulang berbagai timbangan, baik di swalayan maupun toko lain.

Berbagai produk makanan dalam kemasan, termasuk parsel, juga harus diperhatikan. Terutama mengenai ketentuan kedaluwarsa guna menjamin kelayakan konsumsi. Selain itu, penting juga penataan parkir kendaraan di sekitar pasar-pasar yang biasanya ramai atau padat menjelang Lebaran.

Disperidag setempat juga memantau peredaran daging di pasar-pasar di kota Magelang, agar kualitasnya terjaga dan layak dikonsumsi. “Harga daging melonjak, tapi kualitas daging juga diperhatikan. Kualitas daging yang buruk akan berdampak pada kesehatan. Di samping itu perlu waspada peredaran daging gelonggongan, jangan sampai masuk Kota Magelang,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!