hut

Tausiah di Masjid At-Tin, Muhyiddin: Puasa Melatih Jujur

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Bulan Ramadan merupakan bulan suci bagi umat Islam. Saat menempa diri dengan ibadah puasa, utamanya di bulan Ramadan dapat membentuk seorang muslim menjadi pribadi yang jujur.

Demikian disampaikan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhyiddin Jubaidi, saat tausiah pada acara santunan anak yatim dan dhuafa se-Jabodetabek, di Masjid At-Tin Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (23/5/2019) sore.

“Puasa itu melatih kita untuk menjadi orang jujur. Siapa yang tidak jujur? Semuanya mau jadi orang jujur, kan? ” tanya Muhyiddin, yang dijawab kompak anak-anak yang hadir.

Dia menegaskan, harus  jujur kepada Allah SWT, karena Allah SWT tahu mana yang puasa dan tidak.  “Jujur itu dalam bersikap tidak boleh bohong dan marah atau kesal. Allah SWT tahu yang kesal dengar ceramah dan yang senang,” ujarnya.

Jadi, tegas Muhyiddin, jujur pada Allah SWT itu tidak boleh ada dusta. Karena, Allah SWT tahu segalanya, tahu isi hati kita. Jadi, simpulnya, hikmah dari melaksanakan puasa adalah menanamkan sikap kejujuran.

“Sikap jujur adalah sikap dasar dalam ajaran agama,” tandasnya.

Ia mengatakan, Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh seorang sahabatnya tentang hakikat ajaran Islam. Beliau menjawab dengan bijak, hakikatnya adalah iman dan jujur.

“Jadi iman dan jujur itu akan mencakup semuanya. Karena dalam menjalankan ajaran Islam tidak mungkin terjadi tanpa kejujuran. Jujur pada Allah SWT, orang tua dan sesama. Kita juga wajib hormat dan menyayangi orang tua dan tetangga saling menghargai,” pungkasnya.

Lihat juga...