hut

TBM Pelangi Larantuka Gelar Baca Puisi Kreatif

Editor: Mahadeva

LARANTUKA – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pelangi milik Asosiasi Guru Penulis Nasional (Agupena) Cabang Kabupaten Flores Timur (Flotim) aktif mengagendakan kegiatan literasi.

Ketua Agupena cabang Flores Timur, Maksimus Masan Kian. Foto : Ebed de Rosary

Kegiatan tersebut dilakukan, untuk memacu semangat literasi di kalangan anak-anak. “Semakin banyak ruang kreasi yang disiapkan, akan sejalan dengan tumbuhnya kreativitas anak. Kami menggelar membaca puisi kreatif, untuk melatih anak tampil percaya diri,” sebut Maksimus Masan Kian, Ketua Agupena Flotim, Senin (6/5/2019).

Maksi mengatakan, selain membaca puisi, anak-anak juga diajarkan menulis surat. Menulis puisi untuk guru, dengan tujuan mengajarkan anak menghargai jasa dan pengorbanan guru. Kemudian menulis surat untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai upaya membina mental anak.

“Ini melatih anak untuk berani memberi aspirasi dan mendekatkan anak dengan pemangku kepentingan dan pemegang kebijakan dalam dunia pendidikan. Sementara berpidato melatih anak untuk cakap dan berani berbicara di hadapan publik,” tuturnya.

Pengelola TBM Pelangi tersebut menyatakan, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2019, Agupena Flotim mengadakan Gebyar Literasi Pelangi Agupena Flotim. Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan pelatihan membaca puisi kreatif, apresiasi puisi.

“Anak-anak menuliskan harapan untuk perhatian pemerintah ahar menyumbang  buku, perbaikan fasilitas sekolah dan bantuan beasiswa untuk siswa berprestasi dan pendidikan gratis untuk anak-anak yatim piatu,” tambah Maksi.

Zaeni Boli, seniman Nara Teater, membaca puisi kreatif artinya membaca puisi dengan gaya, ekspresif dan intonasi yang tidak biasa seperti pada umumnya. “Jika adik-adik ingin menampilkan puisi yang kreatif dan menatik simpati, pertama harus tampil keren. Percaya diri dan menikmati puisi yang dibaca. Jangan ada beban. Masuk dan rasakan kekuatan puisi itu sendiri,” kata Zaeni.

Eva Larantukan, penyair cilik Flores Timur menambahkan, untuk bisa tampil percaya diri membaca puisi di hadapan publik, ketekunan untuk berlatih sangat penting. “Orang mengatakan saya membaca puisi bagus, rahasia saya sederhana. Saya sering latihan sendiri di depan cermin, menonton orang membaca puisi yang kreatif di Youtube dan saya mengikuti gaya-gaya mereka menyesuaikan dengan gaya khas saya,” ungkap siswa yang meraih juara I Lomba membaca puisi tingkat Kabupaten Flotim di 2018 tersebut.

Ian Boleng, salah satu peserta mengatakan, menulis surat untuk Menteri Pendidikan adalah pengalaman pertama kali. Dalam suratnya,  Dia meminta menteri menyumbangkan buku ke sekolah-sekolah di pelosok untuk mendukung gerakan literasi.

Setelah mempraktekan cara membaca puisi yang kreatif, beberapa peserta diberi kesempatan secara berkelompok membaca puisi. Acara dilanjutkan dengan menulis puisi untuk guru dan menulis surat untuk Menteri Pendidikan RI.

Lihat juga...