hut

Tekan Kasus Kekerasan Seksual, DPRD Balikpapan Siapkan Regulasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Untuk mencegah kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan, DPRD bersama Pemerintah Kota Balikpapan, mempersiapkan regulasi atau Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Ketahanan Dalam Keluarga.

Persiapan regulasi tersebut dimulai dengan Fokus Grup Diskusi (FGD) yang mengundang akademisi, dan stake holder terkait untuk memberikan masukan terhadap regulasi yang dirancang.

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Mieke Henny, menuturkan, sesuai dengan program DPRD Kota Balikpapan diperlukan regulasi untuk mencegah kasus kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Mieke Henny – Foto: Ferry Cahyanti

“Ada peningkatan kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kota Balikpapan sejak tahun 2012 hingga 2018. Karena itu kami merasa perlu dibuatkan regulasi,” ungkapnya usai FGD di Ruang Rapat Paripurna DPRD Balikpapan, Kamis (16/5/2019).

Dengan adanya regulasi menurutnya, akan menekan kasus kekerasan dan pelecehan seksual, sekaligus melindungi anak-anak dan perempuan.

Apalagi, akses menuju Kota Balikpapan juga sangat terbuka melalui bandara maupun pelabuhan. Sehingga siapa pun dan dari mana pun bisa datang dan masuk ke Kota Balikpapan setiap saat.

“Menekan, melindungi khususnya, karena perda adalah melindungi dan sekaligus juga mengupayakan jangan sampai pelecehan seksual atau kekerasan terhadap anak dan perempuan meningkat terus, itu golnya,” tegas Mieke Henny.

Salah satunya yang menjadi sorotan utama, bagaimana cara berpakaian khususnya di tempat-tempat terbuka dan ramai. Lanjut Mieke, masyarakat harus lebih bijak, agar justru tidak memancing kasus-kasus kekerasan itu terjadi.

“Masih banyak di kita yang berpakaian mohon maaf minim, tank top ya mohon maaf saja itu kan memicu kaum laki-laki tidak mungkin dia tidak memandang, kebanyakan memandang bahkan memperjelas pandangannya,” imbuhnya.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, jumlah kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada perempuan dan anak pada tahun 2015 terdapat ada 25 kasus, sementara pada 2016 sekitar 28 kasus. Sedangkan tahun 2017 mencapai 35 kasus dan tahun 2018 sebanyak 30 kasus.

“Tahun ini saja hingga Mei sudah ada 9 kasus, dimana kasus kekerasan itu pelakunya orang terdekat korban,” bilang Kepala DP3AKB, Sri Wahjuningsih.

Dia mengatakan persoalan utama dari kasus kekerasan perempuan di Balikpapan cukup banyak. “Walau kita tidak bisa menzerokan, paling tidak kita bisa meminimalkan jumlah kasus yang terjadi,” celetuknya.

Yang terpenting dikatakannya, orangtua harus lebih meningkatkan kewaspadaannya terutama juga kepada anak-anak. “Memberikan pengasuhan yang lebih baik. Harus memonitor anak yang jalan di luar rumah sudah lewat jam, atau memantau anak dengan smartphone,” tandasnya.

Untuk itu, dengan DPRD mempersiapkan regulasi tersebut maka pihaknya sangat mengharapkan Perda Ketahanan bisa lebih komprehensif.

“Kita berharap adanya perda bisa mengatur secara komprehensif ketahanan keluarga. Mulai dari pembinaan hingga norma-norma yang berlaku di Indonesia,” harap Sri Wahjuningsih.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com