Terbukti Manipulasi Data Persyaratan PPDB, Siswa Akan Dikeluarkan

Editor: Koko Triarko

Kasi Perencanaan dan Pendataan Pendidikan, Disdikpora DIY, Suci Rahmadi –Foto: Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) DI Yogyakarta, akan menindak tegas calon siswa yang terbukti memanipulasi data berkas persyaratan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK 2019, mendatang. 

Calon siswa yang terbukti memakai data palsu/manipulatif, baik itu terkait data kependudukan/domisili pada sistim zonasi, data Surat Keterangan Tanda Miskin (SKTM), maupun data surat keterangan dari psikolog untuk jalur siswa inklusi (berkebutuhan khusus), akan langsung ditindak tegas.

“Sesuai ketentuan, baik berdasarkan Permendikbud, maupun Pergub, siswa yang terbukti akan langsung dikeluarkan atau dibatalkan penerimaannya dari sekolah bersangkutan. Tidak akan kita tolelir,” jelas Kasi Perencanaan dan Pendataan Pendidikan, Disdikpora DIY, Suci Rahmadi, Kamis (23/5/2019).

Dijelaskan, PPDB SMA/SMK di DIY tahun ini akan dijalankan melalui 3 jalur. Pertama jalur zonasi dengan kuota 90 persen, (termasuk 20 persen siswa miskin).

Kedua, jalur perestasi sebesar 5 persen, dan ketiga, jalur perpindahan tugas orang tua/ wali dengan kuota sebesar 5 persen. Selain itu, juga terdapat slot khusus untuk siswa inklusi sebanyak 2 kursi di tiap rombel seluruh sekolah.

“Untuk syarat domisili minimal sudah 6 bulan tinggal di DIY, atau pada Desember 2018. Jika kurang dari itu, tidak masuk sistem zonasi. Tahun ini kita juga memakai NIK atau nomer induk siswa dalam KK. Tidak seperti tahun lalu yang memakai alamat domisili orang tua. Jadi, yang dipakai entri sistem online adalah NIK siswa,” katanya.

Sementara itu untuk jalur prestasi, syarat yang harus dimiliki calon siswa adalah minimal memiliki nilai UN 320. Pada jenjang SMA, siswa yang mendaftar melalui jalur prestasi juga hanya dapat menggunakan jalur tersebut untuk memilih sekolah di luar zonasinya.

“Jalur prestasi hanya bisa digunakan untuk mendaftar sekolah di luar zonasinya. Kalau siswa bersangkutan mau mendaftar sekolah di wilayah zonasinya tetap bisa, tapi tidak memakai jalur prestasi. Melainkan melalui jalur zonasi biasa,” ujarnya.

Disdikpora DIY tahun ini memberikan kesempatan bagi setiap calon siswa untuk menentukan 3 sekolah pilihan masing-masing. Di setiap pilihan itu, bisa digunakan, baik untuk jalur zonasi maupun jalur prestasi.

Misalnya, pilihan pertama jatuh pada sekolah A jurusan IPA melalui jalur zonasi. Pilihan kedua pada sekolah B melalui jalur prestasi. Dan, pilihan ketiga sekolah A jurusan IPS.

“Kecuali untuk siswa yang mendaftar melalui jalur perpindahan tugas orang tua/wali. Mereka hanya bisa melalui jalur itu saja. Tidak bisa pindah-pindah. Karena memang jalurnya dikhususkan untuk itu,” ungkapnya.

Lihat juga...