TNI-POLRI Tingkatkan Pengamanan di Pintu Masuk Pelabuhan Bakauheni

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Kepolisian Resor Lampung Selatan dan Komando Distrik Militer 0421/ Lampung Selatan, memperketat pengamanan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni, dalam rangka pelaksanaan kegiatan Kepolisian Yang di Tingkatkan (KKYD), berupa razia di pelabuhan Bakauheni dibantu personel dari KODIM 0421/LS.

Kapolres Lamsel, AKBP Muhammad Syarhan menyebut kegiatan tersebut sesuai Surat Perintah Nomor: Sprin/46/V/OPS.1.1/2019.

Surat perintah dari POLDA Lampung tersebut, sesuai pertimbangan dalam rangka cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat Krakatau 2019, pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Sesuai surat perintah tersebu,t ditempatkan sejumlah personel tambahan di area pemeriksaan Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni.

Selain petugas Satuan Reserse Narkoba dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, sejumlah personel dari sejumlah Polsek ditugaskan secara bergantian.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Muhammad Syarhan (kiri) -Foto: Henk Widi

Muhamad Syarhan menyebut, kegiatan kepolisian yang ditingkatkan tersebut merupakan bagian dari praoperasi Ketupat. Sebab, pintu masuk pelabuhan Bakauheni menjadi salah satu akses pintu masuk dan keluar pulau Sumata.

Melalui surat perintah yang dikeluarkan sejak Kamis (16/5), selain Sat Sabhara, Intelkam, Narkoba, Lantas, KSKP sejumlah personel Polsek Palas, Kalianda, Penengahan, ditugaskan secara terjadwal. Razia gabungan dengan personel TNI tersebut dilakukan hingga 24 Mei mendatang.

“Razia di pelabuhan Bakauheni menjadi bagian operasi rutin sekaligus cipta kondisi. Namun lebih ditingkatkan dan personel harus melaksanakan tugas dengan baik, untuk menjamin keamanan jelang angkutan mudik lebaran,” terang AKBP Muhammad Syarhan di Kalianda, Minggu (19/5/2019).

Selain pengamanan, sejumlah personel yang ditempatkan melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintas. Sebab, selama ini pintu masuk pelabuhan Bakauheni menjadi jalur penyelundupan barang terlarang, seperti narkotika dan barang tanpa dokumen.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap kendaraan bus penumpang. Lebih dari 90 personel yang ditempatkan di akses pintu masuk kendaraan dan loket penjualan tiket penumpang.

Pemeriksaan terhadap kendaraan dilakukan pada sejumlah bagasi. Sejumlah penumpang juga tak luput dari pemeriksaan identitas. Upaya tersebut dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

Operasi tersebut bahkan akan terus dilakukan hingga mendekati lebaran, agar kondisi di Pelabuhan Bakauheni kondusif untuk memberi kenyamanan bagi pemudik saat akan menyeberang melalui pelabuhan Bakauheni.

Dandim 0421 Lampung Selatan, Letkol Kav Robinson Oktovianus Bessie -Foto: Henk Widi

Pada operasi Ketupat Krakatau, sebut Muhammad Syarhan, Polres Lamsel sudah mendirikan posko terpadu di pelabuhan Bakauheni. Posko terpadu tersebut juga akan terkoneksi dengan posko pengamanan, pelayanan dan pos pantau di jalur mudik.

Sejumlah posko juga akan dibuka di sejumlah titik Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Selain pengamanan jalur mudik, Polres Lamsel mempersiapkan rambu-rambu lalu lintas dan tim antibegal untuk mengantisipasi aksi kriminalitas saat arus mudik.

Selain penambahan personel kepolisian, dan personel TNI juga terlihat di pintu masuk pelabuhan Bakauheni. Selain personel bawah kendali operasi (BKO) TNI Angkatan Laut (AL) sebanyak 21 personel, sebanyak 30 personel TNI Angkatan Darat (AD) juga ditempatkan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni.

Komandan Kodim  0421/LS, Letkol Kav. Robinson Oktovianus Bessie, menyebut sebanyak 30 personel diterjunkan di pelabuhan Bakauheni.

Personel tersebut merupakan gabungan dari sejumlah Komando Rayon Militer (Koramil) di bawah kendali Kodim 0421/LS. Setiap Koramil, mengirimkan sebanyak lima personel, di antaranya dari Koramil Penengahan, Palas dan Kalianda.

“Kehadiran personel TNI, tentunya untuk memperkuat pengamanan yang dilakukan oleh kepolisian di objek vital nasional pelabuhan Bakauheni,” beber Letkol Kav. Robinson Oktovianus Bessie.

Selain pelaksanaan operasi dari 16 Mei hingga 24 Mei mendatang, personel TNI AD diakuinya akan ikut melakukan pengamanan saat operasi Ketupat Krakatau. Sinergitas antara kepolisian dan TNI diakuinya sangat diperlukan, untuk menciptakan suasana yang aman di wilayah Lampung Selatan. Terlebih, pelabuhan Bakauheni menjadi gerbang pulau Sumatra untuk akses transportasi orang dan distribusi barang.

Lihat juga...