hut

Tol Sumatera Mulai Berbayar, Kendaraan Kembali Gunakan Jalinsum

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Tarif resmi JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar mulai diberlakukan Jumat (17/5/2019) pukul 00.00 WIB. Pemberlakuan tarif di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), membuat pengguna jalan memilih kembali melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Marpaung, salah satu pengemudi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menyebut, memilih kembali ke Jalinsum, setelah sebelumnya semenjak diresmikan di 8 Maret 2019 lalu Dia memanfaatkan JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar. Bus trayek Sumatera Selatan ke Jawa Tengah yang dikemudikannya, merupakan kendaraan golongan II dengan tarif Rp168.500. Besaran tarifnya sama dengan golongan III. Tarif sebesar itu dinilai Marpaung masih cukup mahal, sehingga Dia memilih kembali melintas di Jalinsum.

Keputusan kembali melintasi Jalinsum mempergunakan pertimbangan efesiensi biaya operasional. Sebelumnya saat berangkat dari Sumatera Selatan, Dia masuk melalui gerbang tol Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Selanjutnya untuk menuju ke tempat pemeriksaan kendaraan dan penumpang Dia keluar di gerbang tol Kalianda. Cara tersebut dilakukan selama tol belum berbayar.

“Sejak dini hari pemberlakuan tarif tol mulai diterapkan tentunya bagi pengemudi pertimbangan biaya tetap menjadi pilihan, sekaligus belum adanya rest area memadai di jalan tol trans Sumatera,” terang Marpaung kepada Cendana News di salah satu restoran perhentian bus, Jumat (17/5/2019).

Marpaung menyebut, perusahaan belum memberikan keputusan terkait biaya operasional di JTTS. Meski demikian, Dia memastikan saat rest area sudah dibangun dan ada petugas kontrol di rest area seperti di tol Jawa, ada kemungkinan kembali mempergunakan jalan tol. Keberadaan rest area di kilometer 33, kilometer 66 dan Kilometer 116, disebutnya belum dilengkapi fasilitas memadai. Rest area yang ada hanya menyediakan toilet portable, kantin, musala, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mobile.

Jhon Hamidi, pemilik usaha jasa penjualan tiket menyebut, bus masih harus melintas di Jalinsum. Pasalnya, permintaan tiket dari Lampung ke Jawa meningkat menjelang Idul Fitri. Sejumlah Perusahaan Otobus (PO) seperti Rosalia Indah, Zentrum, DAMRI, Lorena mendapat pesanan tiket masyarakat yang tinggal di dekat Jalinsum.

Naiknya harga tiket pesawat, ikut mendongkrak permintaan tiket bus. “Meski belum signifikan namun sudah banyak pesanan, karenanya bus tetap harus melintas di Jalinsum, karena penumpang menunggu di agen tiket,” terang Jhon Hamidi.

Selain bus angkutan umum, pengemudi truk ekspedisi juga mulai memilih menggunakan Jalinsum. Hasan, salah satu pengemudi truk ekspedisi mengungkapkan, saat masih belum berbayar Dia memilih menggunakan jalan tol. Setelah berbayar dengan tarif Rp224.500 untuk kendaraan golongan V yang dikemudikannya, nilai tersebut disebutnya mahal.

Biaya tersebut, bisa digunakan untuk makan dan keperluan lain. “Selama ini, efisiensi biaya perjalanan dilakukan dengan menggunakan pelabuhan Muara Piluk yang lebih murah, saat tol berbayar kami kembali ke Jalinsum,” tandas Hasan.

Hasan menyebut, penggunaan jalan tol juga untuk menghindari dua titik jalur berbahaya. Dua jalur berbahaya tersebut adalah tanjakan dan turunan di Desa Sukabaru hingga Desa Hatta Bakauheni. Kemudian tanjakan di Desa Tarahan Kecamatan Katibung. Sebagai alternatif seusai melintas di Jalinsum Dia menggunakan gerbang tol Sidomulyo dan keluar melalui pintu tol Kotabaru di Kecamatan Tanjungbintang.

Joni Saputra, komandan regu petugas penjualan kartu uang elektronik di pintu tol Bakauheni-Terbanggi Besar Lampung saat mulai berbayar 17 Mei 2019 – Foto Henk Widi

Meski kendaraan banyak yang kembali melintas di Jalinsum, namun untuk kendaraan pribadi memilih menggunakan jalan tol. Joni Saputra, vendor pengelola tol menyebut sudah mulai menjual uang elektronik di pintu tol.

Sebelumnya PT Hamer Multi Talenta tempatnya bekerja, hanya melayani penjualan uang elektronik di Bakauheni. Setelah tol mulai berbayar, vendor diberi kesempatan berjualan di sejumlah gerbang tol. “Beberapa petugas penjualan kartu uang elektronik sekaligus pengisian ulang atau top up kami siagakan di gerbang tol,” ujar Joni Saputra.

Pada kondisi normal permintaan kartu baru uang elektronik mencapai 100 hingga 300 keping. Sejak diberlakukan tarif tol, permintaan kartu bisa mencapai 400 hingga 600 kartu. Permintaan akan terus meningkat di masa angkutan lebaran. Meski demikian, prediksi bisa meleset karena adanya pengumuman dan sosialisasi tol berbayar, membuat masyarakat sudah mempersiapkan diri.

Sebagai antisipasi, Joni Saputra menyebut vendor menyiapkan 10.000 keping kartu baru. Kartu uang elektronik tersebut diterbitkan oleh bank diantaranya E-Money Bank Mandiri, TapCash Bank BNI, Brizzi Bank BRI, Blink Bank BTN dan Flazz dbank BCA. Sesuai ketentuan kartu uang elektronik tersebut dijual Rp25.000 dengan saldo Rp0 dan bisa diaktivasi sekaligus isi ulang di pintu tol yang akan dilayani oleh vendor.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com