TPDI NTT Apresiasi PKPI Bongkar Penggelembungan Suara

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) memberikan apresiasi atas upaya saksi partai PKPI dalam membongkar aksi penggelembungan suara di PPK Alok Timur. Upaya penggelembungan suara ini dilakukan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sikka dan PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Sikka, dalam momentum perebutan kursi ke-10 DPRD Sikka di Dapil Sikka 1.

“Bila tidak berhasil dibongkar oleh Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sikka pada saat Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tingkat kabupaten, maka dipastikan Hyginus Claudius Daga dari PKPI Sikka tidak akan menduduki kursi ke-10 DPRD Sikka,” ujar Meridian Dewanta Dado, koordinator TPDI wilayah NTT, Sabtu (11/5/2019).

Menurut Meridian, pihaknya dan seluruh masyarakat Kabupaten Sikka sangat mengapreasiasi sikap ngotot dan perjuangan PKPI Sikka, dalam membongkar upaya penggelembungan suara oleh PPP Sikka dan PSI Sikka tersebut. Kasus ini harus dilaporkan untuk diproses secara hukum.

“Kami mendorong, agar PKPI Sikka terus memproses kasus dugaan penggelembungan suara oleh PPP Sikka dan PSI Sikka, melalui jalur laporan ke Bawaslu Sikka, Sentra Gakkumdu dan peradilan yang berwenang. Dengan begitu, ada efek jera yang bagi para pelaku yang bermain kotor diproses demokrasi ini,” tegasnya.

Pada sisi lain, TPDI NTT juga patut mempertanyakan sikap PKB Sikka, terkait persoalan tersebut. Semestinya, PKB Sikka justru harus menjadi pihak pertama yang ngotot memprotes dan getol memproses secara hukum pihak PPP Sikka dan PSI Sikka, atau pun pihak lainnya yang diduga telah mencuri suara partainya.

“Kalau PKB Sikka mengambil sikap diam-diam saja terhadap kasus dugaan penggelembungan suara dimaksud, maka bisa saja publik di kabupaten Sikka menilai ada dugaan kongkalikong antara oknum di PKB  dengan oknum di PPP dan PSI Sikka bersama oknum-oknum penyelenggara pemilu.Tindakan ini demi menggagalkan PKPI Sikka dalam mendapatkan kursi ke-10 DPRD Sikka,” ujarnya.

Pemilu yang berintegritas, jujur dan fair, tandas Meridian, jelas-jelas sangat terlukai oleh peristiwa itu. TPDI bisa menyimpulkan kejadian-kejadian seperti ini telah berlangsung di semua tempat dalam setiap musim pemilu, sehingga wajar bila yang dihasilkan adalah banyaknya oknum-oknum anggota parlemen yang korup, yang jago berkongkalikong, bermental pemeras serta sering kena OTT KPK.

“Dugaan penggelembungan suara oleh PPP Sikka dan PSI Sikka itu terbongkar setelah saksi PKPI Sikka atas nama Edward Lodovikus Da Gomez, membeberkan bukti Model DA1-DPRD Kabupaten/Kota yang diterbitkan PPK Alok Timur, tertera perolehan suara partai dan calon untuk PPP Sikka sebanyak 718 suara,” terangnya.

Edward Lodovic da Gomez, saksi PKPI Sikka yang mengikuti proses rekapitulasi secara baik di PPK Alok Timur, mengaku menemukan dugaan penggelembungan suara untuk PPP Sikka di Desa Watugong dan Lepolima.

“Untuk Desa Watugong dari 7 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di desa itu, PPP hanya mendapatkan 1 suara, namun dalam Model DA1-DPRD Kabupaten/Kota tertulis angka 21. Lalu untuk Desa Lepolima dari 5 TPS di desa itu, PPP Sikka hanya memperoleh 5 suara, tetapi yang tertulis pada Model DA1-DPRD Kabupaten/Kota sejumlah 20 suara,” sebutnya.

Edward menilai, upaya penggelembungan suara kepada PPP Sikka demi mendapatkan kursi ke-10 atau kursi terakhir DPRD Sikka Dapil Sikka 1, terindikasi sejak PPK Alok Timur menggelar rekapitulasi ulang pada Minggu (5/5/2019).Padahal, sebetulnya proses rekapitulasi di PPK Alok Timur sudah berakhir pada Sabtu (4/5/2019).

“Bertambahnya suara PPP Sikka itu ternyata diambil dari suara PKB Sikka. Terdapat 45 suara PKB Sikka yang hilang dan ditransfer sejumlah 40 suara untuk PPP Sikka dan 5 suara untuk PSI Sikka. Akhirnya, Forum Rapat Pleno oleh KPUD Sikka saat itu mengembalikan 45 suara milik PKB Sikka, yang diambil dari 40 suara PPP Sikka dan 5 suara PSI Sikka,” jelasnya.

Dengan demikian, tutur Edward, terjadi perubahan perolehan suara. PPP Sikka yang sebelumnya memperoleh 718 suara, berubah menjadi 678 suara. Lalu, PSI Sikka yang sebelumnya mendapatkan 1.038 suara, berubah menjadi 1.033 suara, dan PKB Sikka yang sebelumnya mendapatkan 1.469 suara, berubah menjadi 1.505 suara.

Lihat juga...