Tutut Soeharto Jenguk Korban Aksi Damai di RACM

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto menjenguk puluhan korban aksi damai yang terkena tembakan gas air mata dan peluru karet di Cricis Care Center, Rumah Aspirasi Cut Mutia (RACM) Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) malam.

“Aduh sedih lihatnya kok sampai begini. Ini kan warga semua ya satu negara kok jadi begini. Kenapa gitu,” kata Tutuk Soeharto kepada Cendana News saat ditemui di Rumah Aspirasi Cut Mutia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) malam.

Tutut Soeharto yang didampingi adiknya yaitu Siti Endang Hutami Adingsih atau Mamiek Soeharto, menyapa satu persatu pasien korban dengan ramah.

Dia pun memberikan semangat dan terus berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kesabaran, kekuatan dan kesembuhan.

“Kamu yang sabar ya, jangan lupa berdoa pada Allah SWT agar diberikan kesembuhan,” ujar Tutut Soeharto kepada Iqbal, salah satu korban gas air mata.

Putri Cendana juga menyapa Sofian, korban penembakan gas air mata dan peluru karet. Kembali Tutut Soeharto pun memberi dukungan moral agar sabar dan tetap semangat.

Iqbal, warga Kebayoran Jakarta Pusat, mengaku matanya terkena gas air mata dan asap bakaran ban di Jalan Wahid.

“Mata saya masih perih, dan dada sesak akibat cium bau asap bakaran karet yang terbakar di samping gedung Sarinah,” kata Iqbal kepada Cendana News.

Warga Kebayoran, Jakarta Pusat ini mengaku senang bisa bertemu dengan Tutut Soeharto. “Alhamdulillah saya bisa bertemu dengan putri Presiden Soeharto. Bu Tutut sangat perhatian menjenguk kami para korban,” ujarnya.

Sofian, warga Jakarta Barat juga merasa senang dapat bertemu dengan Bu Tutut dan Bu Mamiek. “Alhamdulillah saya bisa berjumpa dengan Ibu Tutut. Beliau ramah banget ya, berikan semangat agar sabar menghadapi cobaan ini,” ujar Sofian.

Sebelumnya, Titiek Hediati Haryadi atau Titiek Soeharto bersama Prabowo Subianto telah menjenguk para pasien tersebut. “Semoga lekas sehat ya, yang sabar ya,” ujarnya.

Titiek Soeharto dan Prabowo menyapa para korban dengan ramah tanpa ada penghalang bagi keduanya.

Tepat pukul 23.20, Prawobo dan Titiek Soeharto pergi meninggalkan RACM untuk meninjau massa demo aksi di Rumah Inspirasi RSCM.

Salah satu dokter mengatakan, pihaknya penerima para korban aksi damai. Para korban tersebut dikarenakan terkena tembakan peluru karet dan gas air mata. Yang berdampak mata mereka perih, sesak napas, kejang-kejang dan kakinya luka.

“20 orang sudah yang kita rujuk ke Rumah Sakit Budi Kemulian, untuk perawatan lebih maksimal. Mereka itu yang hilang kesadaran dan kena peluru karet, kami tak bisa menangani karena keterbatasan alat,” ujar sang dokter yang enggan menyebutkan namanya kepada Cendana News.

Hingga pukul 23.45, korban terus berdatangan ke Cricis Care Centre RACM. Kemungkinan korban akan terus bertambah.

“Korban dari aksi damai hari Selasa dan Rabu, banyak yang kita tangani tapi data rinci saya tidak pegang. Nanti ya karena semua sibuk ini,” pungkasnya.

Lihat juga...