hut

UMM-Polisi Kerja Sama Antisipasi Perjokian

Editor: Koko Triarko

MALANG – Mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecurangan melalui praktik perjokian, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melibatkan pihak kepolisian dalam memantau sekaligus mengamankan jalannya pelaksanaan tes penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) gelombang I.

Rektor UMM, Drs.Fauzan, M.Pd., menyampaikan, pihaknya terus mengantisipasi kemungkinan terjadinya praktik perjokian di jurusan-jurusan yang populer, terutama di Fakultas Kedokteran (FK).

“Saya kira, kami ingin mencari input mahasiswa yang memiliki kualitas baik dan jujur. Jangan sampai anak yang seharusnya memiliki kemampuan dan kesempatan untuk bisa diterima, justru akhirnya dikalahkan dengan orang-orang yang menggunakan jasa joki. Hal semacam ini yang tidak kita inginkan,” ujarnya, saat ditemui di kampus III UMM, Sabtu (11/5/2019).

Rektor UMM, Drs. Fauzan, M.Pd, -Foto: Agus Nurchaliq

Tahun ini, katanya, FK memang masih menjadi fakultas favorit yang paling banyak peminatnya, sehingga potensi terjadinya kecurangan lebih besar dari fakultas lainnya.

Lebih lanjut, ketua panitia pelaksana ujian, Dr. Saiman, M.Si., mengaku sudah beberapa kali bekerja sama dengan pihak keamanan, dalam hal ini kepolisian, untuk mencegah terjadinya praktik joki dalam pelaksanaan ujian masuk UMM.

“Alhamdulillah, kami sudah bekerja sama dengan kepolisian dalam rangka untuk memantau pelaksanaan ujian di tiap-tiap kelas,” akunya.

Menurutnya, kerja sama tersebut dalam upaya meminimalisir kecurangan dan memberikan rasa keadilan bagi peserta tes, sehingga tercipta kompetisi yang adil di antara peserta tes.

“Kalau ada peserta tes yang tertangkap, maka akan langsung diproses ke ranah hukum. Dan secara administratif, otomatis langsung dinyatakan gugur,” terangnya.

Sementara itu, Kanit Sidik IV Polres Malang, Iptu Sutiyo, mengaku setiap kali ada penerimaan Maba di UMM, khususnya di fakultas kedokteran, pihaknya diminta kerja sama dengan UMM untuk ikut melakukan pengawasan.

“Alhamdulillah kerja sama ini, sudah memasuki tahun ke tujuh untuk penanggulangan praktik joki,” sebutnya.

Menurut Tiyo, dengan kecanggihan alat informasi dan transaksi elektronik (ITE), tidak menutup kemungkinan para Maba bisa menggunakan peralatan ITE untuk mentransfer dokume-dokumen tersebut kepada Joki, yang tujuannya untuk memudahkan mengerjakan soal.

“Praktik-praktik seperti inilah yang kita tanggulangi, jangan sampai terjadi,” katanya.

Disebutkan Tiyo, ada sekitar 17 anggota Polisi Laki-laki (Polki) dan Polisi Wanita (Polwan) dari Polres Malang, yang turut mengamankan jalannya ujian masuk UMM. Serta beberapa anggota dari Polresta Malang yang turut diperbantukan.

“Jadi setelah sepuluh menit ujian berjalan, baru kemudian anggota polisi masuk untuk memeriksa barang bawaan yang ada di tas maupun yang ada di badan. Digeledah satu per satu. Perempuan diperiksa Polwan dan yang laki-laki diperiksa Polki,” terangnya.

Alhamdulillah, sambungnya, saat dilakukan pengecekan dan penggeledahan, semua sudah tertib dan tidak ada temuan. Para peserta tes sudah mengikuti aturan tata tertib yang digariskan oleh UMM.

Total peserta ujian masuk UMM gelombang pertama berjumlah 2.600 peserta.

Lihat juga...