UNEJ Sertifikasi Aset Tanah Cegah Sengketa

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Guna menghindari kasus sengketa lahan, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur, Heri Santoso, bersama Rektor Universitas Jember, menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU), di ruang kerja rektor universitas setempat.

“Seluruh aset yang dikuasai oleh Universitas Jember ini, wajib segera disertifikasi. Karena bisa berpotensi diklaim menjadi milik orang lain, terutama pada lahan kosong yang tidak dikelola dan berbatasan langsung dengan lahan masyarakat,” ujar Heri, usai melakukan penandatanganan, Jumat (24/5/2019).

Heri mengatakan, selama ini di wilayah Jawa Timur masih sering terjadi klaim atas aset tanah milik pemerintah yang dilakukan oleh perorangan. Bahkan, pada beberapa kasus klaim kepemilikan itu dilakukan pada tanah milik kampus yang sudah bersertifikat.

“Mungkin karena tidak dikelola dalam waktu yang lama, kemudian pihak warga meminta perangkat desa atau kelurahan menerbitkan surat atau dokumen kepemilikan atas nama mereka. Kalau tanah itu belum disertifikasi, masalah bisa jadi panjang. Karena itu, semua aset UNEJ wajib disertifikasi dan kami siap membantu,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan, menyambut baik adanya MoU tersebut. Karena Universitas Jember pun beberapa kali pernah tanahnya di klaim sebagai milik warga.

“Padahal, itu sudah jelas-jelas sertifikatnya atas nama Universitas Jember. Tetapi ketika kami melakukan pemagaran batas wilayah, kami dianggap mencaplok tanah warga dan mereka langsung melayangkan protes. Bahkan, ada juga yang sampai melakukan somasi kepada kami,” ujar Rektor.

Untuk itu, Rektor mengatakan akan terus melakukan proses sertifikasi pada seluruh aset milik Universitas Jember. Karena, setiap tahun Universitas Jember melakukan proses pembelian lahan milik warga yang berada di dalam lingkungan Universitas Jember.

“Ada beberapa aset yang saat ini masih dalam proses dan tinggal menunggu selesai, dan proses ini akan terus berjalan. Karena kami berharap, seluruh aset warga yang berada di lingkungan UNEJ bisa menjadi milik kami, tentunya melalui mekanisme yang sesuai aturan,” pungkas Rektor.

Lihat juga...