hut

Usaha Rumahan Unik Toples, Menjanjikan

Jurnalis: Makmun Hidayat

CILACAP – Bermula dari permintaan saudaranya membuat kotak tisu dilapisi kain flanel model kue, Asrofatun akhirnya tekuni produksi rumahan berupa wadah atau tempat permen dan toples nan unik.

As, demikian panggilan karib Asrofatun, terus berkreasi membuat barbie kantung candy, toples candy, dan berbagai jenis desain dan motif lainnya.

“Saya baru memulai menjalankan usaha ini pas masuk bulan Ramadan,” kata perempuan kelahiran 10 November 1986 ini saat dihubungi Cendana News, Jumat (17/5/2019) petang.

Sebelumnya, ibu dari Muhammad Fahrirozi dan Aulia Izzatunnisa ini hanya membuat bros, hanging bouquet, door flower paper, parsel, lukis henna, dan aksesoris lain.

Asrofatun, pemilik usaha rumahan tempat permen dan hiasan toples. – Foto: Isitmewa

As yang menjalankan usahanya di rumah di Dusun Ciampel RT 02/05 Desa Tayem Timur Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyebutkan, untuk membuat beberapa produk karya rumahannya dirinya membutuhkan waktu sekira 10 menit hingga 2 jam.

“Dalam membuat barbie kantung candy butuh 2 jam, bros juntai 10-20 menit tergantung model dan kesulitan,” jelasnya membandingkan.

Sementara pembuatan toples kantong candy memerlukan waktu sekira 1 jam, toples motif 30 menit, hanging door 3 jam tergantung motif dan kesulitan. Kemudian flower paper 3 jam, bouquet 1 jam, parsel 3-4 jam tergantung jumlah parsel yang dibutuhkan, kotak tisu 30 menit, gantungan kunci 10-20 menit, dan pot seperempat jam.

As mengaku kerajinan tempat permen dan toples dibuat sendiri, tidak melibatkan sejumlah tenaga. Peralatan dan perlengkapan yang dipersiapkan sederhana, terdiri kain flanel, toples, lem tembak, dan aksesoris lain.

Adapun cara membuat dekorasi toples, jelas istri Yullius Feryanto ini, diperlukan kain flanel yang direkatkan dengan lem. Tahapannya, membuat pola sesuai keinginan, lalu menempelkan bahan dan menghias toples sesuai permintaan pelanggan.

Selain melayani pesanan, As juga mentargetkan jumlah tertentu dalam produksi. Menurut pengakuan As, dalam sebulan ia bisa menghasilkan bros sampai 200-300 berbeda motif. Kecuali pesanan untuk suvenir biasa sesuai pesanan, ia mentarget 3 hari selesai sampai 300-500 bros dibantu tetangga sekitar.

Menariknya, As mendesain sendiri karyanya. Motifnya beragam, ada kue-kue, bunga, angsa, bentuk love, dan nanas. Hasil produksi rumahannya dijual melalui medsos seperti facebook dan whatsaap. As juga menjual karyanya secara tradisional ke pasar-pasar.

Harga masing-masing produknya dibanderol tak sama, namun ramah di kantong. Bunga kantong candy dibanderol Rp50.000-70.000 tergantung motif, bros mulai Rp1000-15.000, buquet Rp15.000-150.000, flower paper Rp150.000, dll.

Dalam sebulan, menurut pengakuan AS, bisa terjual sekira 200 bros motif. Memasuki bulan Ramadan, kata As, permintaan pasar meningkat. “Pemasukan mencapai sekitar Rp1.500.000-2.000.000,” katanya.

Sebagai produk rumahan bernilai seni, untuk memproduksi wadah permen dan mendekorasi toples tentu dibutuhkan keahlian khusus. “Jelas ini butuh kreativitas, kesabaran, dan bagaimana cara agar bisa menarik minat pembeli,” tandas As.

Dalam memulai usahanya, As sempat terkendala permodalan. Ia kemudian mengajukan pinjaman kas arisan Dasawisma, juga terkadang menyisihkan dari hasil penjualan. Terkumpullah sekira Rp500.000 sebagai modal awal.

Dia berharap, ke depan usahanya bisa maju. Selain itu, dapat turut mengangkat perekonomian warga sekitar. “Saya sangat berharap usaha ini bisa membuka peluang usaha untuk kaum ibu-ibu yang kurang mampu untuk membantu ekonomi keluarga,” tuturnya.

Bantuan permodalan dan pelatihan bagi ibu-ibu rumah tangga guna memajukan usaha rumahan seperti yang dijalankan As dengan label “Asrofatun Accsessories”, tentu perlu mendapat perhatian dari para pemangku kepentingan di lingkup dinas terkait maupun kalangan swasta.

Sri Sulistiowati, salah satu pembeli bros buatan As, mengatakan di saat semua serba sulit,  ada perempuan yang kreatif bikin produk yang bisa dijual.

“Kami aktif bareng di Fatayat NU. Saya pake bros produk buatan As juga,” tutupnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!