hut

Warga Kembali Menambang Pasir Usai Banjir Sungai Palu, Surut

ILustrasi -Dok: CDN

PALU – Sejumlah warga yang bermukim di pinggiran Sungai Palu kembali menambang pasir untuk memenuhi kebutuhan sehar-hari, pascabanjir di daerah tersebut, belum lama ini.

“Baru dua hari ini kami bisa lagi menambang pasir di Sungai Palu,” kata Aco, salah seorang warga yang sehari-harinya menambang pasir di sungai yang mengalir di tengah-tengah permukiman warga Ibu Kota Provinsi Sulteng itu, Jumat (3/5/2019).

Dalam kondisi normal, sehari ia bisa memperoleh penghasilan dari menambang pasir di sungai tersebut sebesar Rp150 ribu. Dengan pendapatan tersebut, kebutuhan sehari-hari istri dan anak-anaknya sudah terpenuhi. Bahkan, ada sisa untuk ditabung, guna mencukupi biaya persiapan anaknya yang masih sekolah.

“Saya punya anak ada tiga, semuanya masih sekolah di SD dan SMP,” kata dia.

Ia mengaku, sejak beberapa hari terakhir tidak bisa menambang, karena Sungai Palu banjir cukup besar. Arus air di Sungai Palu kali ini cukup besar. Bahkan di beberapa wilayah, airnya meluap sampai menggenangi permukiman warga di dataran rendah, seperti di Kelurahan Ujuna, Kelurahan Baru, dan Besusu Timur serta Lolu Selatan.

Selama ini, ia bersama beberapa penambang beraktivitas sehari-hari di kawasan Birobuli Selatan. Di sepanjang bantaran sungai di wilayah tersebut, banyak aktivitas menambang pasir.

Cukup banyak warga yang menggantungkan hidup keluarganya dari hasil menambang pasir. Karena itu, saat banjir mereka dipastikan kehilangan sumber penghasilan.

Tetapi, kata dia, selama dua hari terakhir para penambang sudah kembali turun ke sungai untuk menambang pasir. Setelah banjir di sungai itu, cukup banyak pasir sehingga mereka mudah mendapatkan pasir.

Hal senada juga disampaikan Yusuf, seorang penambang pasir di wilayah Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Ia membenarkan sudah kembali menambang pasir, karena banjir di sungai itu sudah surut.

“Lumayan, habis banjir ini kami tidak sulit menambang, pasir cukup banyak. Berapa pun dibutuhkan, kami bisa memenuhinya, sebab pasir di sungai terbilang sangat banyak, karena baru saja habis banjir,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!