Wujudkan Pemilu Jurdil, Bawaslu Kotim Dalami Penggelembungan Suara

Ilustrasi- Bawaslu - Dok. CDN

SAMPIT – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) masih mendalami laporan dugaan kecurangan pemilu berupa penggelembungan suara di Kecamatan Mentaya Hulu guna mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil (jurdil).

“Laporan itu kami tindak lanjuti dan saat ini sedang kami dalami. Kami masih mengumpulkan data dan bukti terkait laporan itu,” kata Ketua Bawaslu Kotawaringin Timur, Muhammad Tohari, di Sampit, Jumat.

Dugaan penggelembungan suara dilaporkan oleh calon anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H Abdul Sahid pada Selasa (30/4) lalu. Dugaan kecurangan pemilu itu diketahui saat rapat pleno rekapitulasi perolehan suara oleh panitia pemilihan kecamatan (PPK) Mentaya Hulu.

Abdul Sahid melaporkan dugaan penggelembungan suara karena ada seorang calon anggota legislatif yang perolehan suaranya meningkat signifikan. Dia melaporkan itu, karena sangat merugikannya mengingat peluangnya meraih kursi di daerah pemilihan 5 menjadi terancam hilang.

Terkait laporan itu, Tohari mengatakan pihaknya turun ke lapangan dan meminta keterangan beberapa pihak untuk mengklarifikasi sekaligus membandingkan bukti laporan pengaduan yang ada.

Saat ini penelusuran diarahkan untuk melihat dugaan kecurangan pemilu ini mengerucut kepada siapa, sehingga penyelidikannya akan semakin mudah dengan melihat bukti dan keterangan saksi.

“Dalam menelusuri ini, kami melakukan bersama Sentra Gakkumdu karena indikasinya mengarah pada tindak pidana pemilu. Ini masih kami dalami,” ujar Tohari.

Meski begitu, Tohari belum menggambarkan lebih jauh siapa pihak yang diindikasikan terkait dugaan pelanggaran pemilu itu. Dia menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk membuat kasus itu menjadi terang bagi semua pihak.

Jika terindikasi memang terjadi tindak pidana pemilu maka akan ditangani Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk selanjutnya diproses secara hukum. Sentra Gakkumdu terdiri sejumlah instansi, termasuk perwakilan dari kepolisian dan kejaksaan.

Tohari menegaskan, Bawaslu Kotawaringin Timur akan menindaklanjuti laporan yang masuk secara transparan dan sesuai aturan. Bawaslu berkomitmen mendukung tercipta pemilu yang berkualitas dan bebas dari kecurangan. (Ant)

Lihat juga...